Sabtu, 08 Juli 2017

Perpisahan

Apa yang kamu rasakan saat membaca kata 'Perpisahan'? Sedih? Menyesal? Kecewa? Atau bahkan marah?

Aku pernah menulis kalimat ini:
"Tidak ada perpisahan yang baik-baik saja. Sekalipun kita menyebutnya jalan terbaik dari pilihan yang ada."

Perpisahan dengan siapa pun itu, tidak ada yang merasa baik-baik saja. Sebab, sekuat apa pun manusia tetap punya hati. Hanya saja, ada yang tetap tersenyum meski sebenarnya hati tak rela. Ada yang terlihat tegar meski begitu rapuh dalam hatinya.

Bagiku, perpisahan adalah salah satu puzzle kehidupan yang pasti dialami oleh setiap manusia. Mau tidak mau, suka tidak suka, setiap orang harus melewatinya.

Saat perpisahan terjadi, entah itu dengan keluarga, sahabat, teman, atau mungkin seseorang yang istimewa dalam hidup kita, rasa sedih dalam hati pasti ada. Namun, perpisahan di dunia setidaknya hanya terpisah oleh jarak. Masih ada alat yang canggih untuk berkomunikasi, masih ada kesempatan untuk bertemu kembali.

Pernahkah kamu berpikir? Bagaimana jika tiba saatnya perpisahan antara kita dengan dunia beserta seluruh isinya?

Sungguh, perpisahan yang paling kukhawatirkan adalah berpisahnya ruh dengan raga. Akankah khusnul khatimah atau sebaliknya?

Sabtu Malam, 08 Juli 2017
Aeninuraa

Jumat, 07 Juli 2017

Sebelum Terlelap

Sebelum terlelap, izinkan aku menuliskan untaian kata yang memenuhi ruang imajinasiku, tentangmu.

Kamu adalah teka-teki yang tak mudah kutemukan jawabannya. Kamu adalah labirin yang tak kutahu ujungnya.

Aku tak ingin berandai-andai terlalu jauh. Aku takut, aku takut suatu saat terjatuh dan merapuh.

Saat kau hadirkan dia, aku mengerti. Mungkin itu niat baikmu, agar aku tak sendiri dan kamu bisa pergi.

Maafkan aku jika aku terlalu egois. Sungguh, hati tak bisa dipaksa meski dibujuk dengan puisi paling romantis.

Aku tak berhak memintamu untuk menetap, namun aku berhak menentukan sikap.

Semoga kau mengerti, aku masih ingin di sini. Bersama do'a dan harap, sebelum terlelap.

Bersama hening, 07 Juli 2017
Aeninuraa

Entah

Entah aku yang tak sabar.
Ataukah kamu  yang tak sadar?
Entah.

Entah tetap aku dan tetap kamu.
Entah menjadi kita?
Entah.

Entah berujung bahagia.
Ataukah sebaliknya?
Entah.

Di depan TV, 06 Juli 2017
Aeninuraa

Selasa, 04 Juli 2017

Coretan Malam

Saat kau terjatuh hingga terluka, sakit yang kau rasa takkan hilang dalam sekejap saja. Namun, bukankah hujan pun ada redanya? Rasa sakitmu itu akan sembuh bila telah tiba waktunya.

Saat kau kecewa dan merasa sesak dalam hatimu, tak mudah untuk tetap berdiri dengan tegar. Namun, bukankah sabar adalah sebaik-baik penawar? Sabar yang bukan sebatas kata sabar.

Saat rencanamu tak sesuai dengan yang kau harapkan, ingatlah bahwa hanya Allah Yang Maha Mengatur segalanya. Dia lebih mengetahui apa yang terbaik bagi setiap hamba-Nya.

Sedih, sesak, kecewa, menyesal, marah, semua itu ada pada setiap manusia. Namun saat rasa itu menyapa, jangan sampai tenggelam di dalamnya. Sewajarnya saja.

Baik dan buruk hidup kita adalah bagian dari ketetapan-Nya. Tugas kita adalah berusaha menjadi sebaik-baik hamba-Nya. Jangan pernah putus asa terhadap rahmat-Nya. Yakinlah, tiada suatu kebaikan pun yang sia-sia.

Di bawah cahaya, 04 Juli 2017
Aeninuraa