Jumat, 30 Juni 2017

Rindu Tanpa Titik

Rindu tanpa titik
Seperti menanti kemarau di musim hujan.
Seperti menghapus jejak dalam bayangan.
Kadang menyesakkan, namun di lain waktu menghadirkan kejutan.

Rindu tanpa titik
Pagi terlihat semu.
Siang malam terasa sendu.
Hanya kepada-Nya tempat mengadu.

Rindu tanpa titik
Terasa hampa dalam kata.
Terasa aneh saat tak bersua.
Tapi, barangkali memang harus ada jeda.

Rindu tanpa titik
Membisu dalam kata.
Bersama senyap tak henti berdo'a.
Berharap aku dan kamu menjadi kita.

Rindu tanpa titik
Aku tak menunggu jawaban.
Aku pun tak meminta balasan.
Ini hanya sebatas ungkapan.

Rindu tanpa titik
Mungkin bukan aku cahaya di langitmu.
Mungkin bukan aku rindumu.
Namun, setidaknya aku pernah menjadi bagian warnamu.

Bersama rintik senja, 30 Juni 2017
Aeninuraa

Rabu, 28 Juni 2017

Bukan Sekedar Kata

Rangkaian huruf menjadi kata.
Setiap kata memiliki makna.
Ada satu kata yang bukan sekedar kata.
Kau tahu?
Kata itu mudah ditulis.
Kata itu mudah pula diucapkan.
Tapi, tak mudah dilakukan.
Butuh proses untuk berdamai dengannya.
Butuh waktu yang tak sebentar untuk menumbuhkannya.
Kadang membuat sesak hingga berurai air mata.
Kadang teramat sakit hingga diri ingin menyerah saja.
Namun, dari satu kata itu manis buahnya.
Selalu baik hasilnya.
Kau tahu? Apa satu kata itu?
Satu kata yang bukan sekedar kata.
Ia adalah rasa "Sabar" dalam hati kita.

Dalam sunyi, 28 Juni 2017
Aeninuraa

Selasa, 27 Juni 2017

Tanya Tanpa Jawab

Kau tanya, kenapa?
Aku diam.
Kau tanya lagi, kenapa?
Tak kujawab.
Hening.
Kau coba menyapa.
Aku masih diam.

Maaf.
Aku bersembunyi di balik diam.
Maaf.
Kudiamkan engkau lebih dari dua puluh empat jam.
Aku malu.
Tanya tanpa jawab untuk membiaskan egoku.
Maaf, aku tak pandai menjaga tingkahku.

Pagi yang dingin, 27 Juni 2017
Aeninuraa

Kamis, 22 Juni 2017

Aku Hanya Wanita Akhir Zaman

Aku tak mencari ia yang seperti Nabi Muhammad, sebab aku tak seperti bunda Khadijah.
Aku tak menanti ia yang seperti Nabi Yusuf, sebab aku tak seperti Zulaikha.
Aku tak menunggu ia yang seperti sayyidina Ali, sebab aku tak seperti Fatimah.
Aku tak mengharap ia yang sempurna, sebab aku pun bukan wanita yang sempurna.

Aku hanya wanita akhir zaman yang berusaha berubah menjadi lebih baik dari diriku yang dulu.
Aku hanya wanita akhir zaman yang berusaha menjemput hidayah-Nya.
Aku bukan mereka yang sudah istiqomah di jalan-Nya.
Aku bukan mereka yang pandai menjaga akhlaqnya.

Jika yang kau cari ia yang pandai memasak, maka bukan aku orangnya.
Jika yang kau mau ia yang pandai merias diri, maka bukan aku orangnya.
Jika yang kau damba ia yang sudah mengenakan niqab, maka bukan aku orangnya.
Jika yang kau harap ia yang rajin menghafal Al-Qur'an, maka bukan aku pula orangnya.

Aku hanya wanita akhir zaman yang haus ilmu agama dan butuh bimbingan.
Aku hanya wanita akhir zaman yang tak luput dari kelalaian.
Aku hanya wanita akhir zaman yang mencoba berjalan dalam ketaatan.
Aku hanya wanita akhir zaman yang membaca Al-Fatihah pun masih harus dibetulkan.

Aku sadar diriku belum baik.
Sungguh, aku jauh dari kata baik.
Aku hanya berusaha, akan terus berusaha.
Menjadi sebaik-baik perhiasan dunia.

Bersama mentari, 22 Juni 2017
Aeninuraa
#aeninuraa