Jumat, 30 November 2018

November Berlalu

Hari demi hari telah terlewati
Kini kutemui akhir November
Tak banyak diksi yang terurai di sini
Sebab ada rasa yang tak dapat diwakili kata
Syukurku kepada-Nya
Hanya kepada-Nya
Pemilik skenario terbaik
Rencana setelah dua purnama ini
Semoga sesuai dengan ridho-Nya
November berlalu
Namun tidak dengan kenangannya

#WriteEveryday188
30 November 2018
Aeninuraa

Jumat, 02 November 2018

Wisuda

Bismillah.
Telah lama jari ini tak menari di sini. Lagi-lagi rasa malas yang selalu datang tanpa diundang menjadi penyebabnya. *Please jangan ditiru ya. :')

Baiklah, untuk memulai kembali postinganku di bulan November ini aku akan berbagi cerita. Sudah cukup jelas kutuliskan judulnya "Wisuda", selamat membaca. :))

Salah satu moment penting dalam hidupku telah kulewati. Rabu, 24 Oktober 2018 menjadi hari yang istimewa bagiku. Alhamdulillah, rasa syukur tiada henti atas semuanya. Setelah ±4 tahun menimba ilmu di perguruan tinggi, akhirnya bisa mengikuti wisuda dan secara resmi lulus kuliah tahun ini.

Ini adalah bagian dari mimpiku, cita-citaku, harapan orangtua dan keluargaku. Alhamdulillah, semua bisa tercapai atas ijin-Nya. Mimpi yang menjadi nyata. Sungguh, jika mengingat proses yang harus dilalui, semua seperti mimpi. :')

Raut wajah bahagia dapat kulihat dengan jelas di setiap orang yang hadir pada hari itu. Suasana sangat ramai karena lebih dari 1.500 orang memadati kampusku. :)

Wisuda adalah hasil manis yang diraih dari proses yang dilalui. ±4 tahun proses itu kuhadapi. Suka duka, canda tawa, mudah sulit, semua rasa itu ada.

Alhamdulillah 'ala kulli haal adalah ungkapan terbaik untuk mewakili semua kisah yang ada di balik wisuda.

#WriteEveryday187
02 November 2018
Aeninuraa

Minggu, 07 Oktober 2018

07 Oktober

Hari yang indah
Bukan sebatas dalam kata
Sungguh, hari yang luar biasa
Alhamdulillah

Allah berikan kado terindah
07 Oktober awal sebuah rencana
Semoga semua dimudahkan
Dilancarkan segalanya

07 Oktober takkan kulupa

#WriteEveryday186
07 Oktober 2018
Aeninuraa

Sabtu, 06 Oktober 2018

Skenario Terbaik

Kita boleh saja terjatuh, namun jangan lupa bangkit.
Kita bisa saja berjumpa dengan luka, namun jangan lupa kepada-Nya.
Setiap yang terjadi adalah bagian dari skenario-Nya.
Yakini bahwa semua yang terjadi selalu baik.

Ketika kita ikhlas melepaskan sesuatu karena Allah, maka Allah gantikan dengan yang lebih baik.
Biidznillah.. Allah penulis skenario terbaik, ketetapan Allah yang terbaik karena Allah Maha Baik.

#WriteEveryday185
06 Oktober 2018
Aeninuraa

Jumat, 05 Oktober 2018

Oktoberku

Banyak hal yang harus tersimpan
Bahkan tertutup rapat
Namun Oktoberku tetap bersinar
Cahayanya tak menyilaukan
Cukup meneduhkan dan menenangkan

Oktoberku tak pernah kukira
Bahagianya sungguh bukan fatamorgana
Semua adalah skenario-Nya
Setiap detik adalah rahmat-Nya
Semoga tak terbatas masa

Oktoberku, dua hari lagi kan menjadi hari bahagia

#WriteEveryday184
05 Oktober 2018
Aeninuraa

Minggu, 30 September 2018

Penghujung September

Penghujung September telah tiba
Banyak hal yang telah direncanakan
Banyak hal yang disemogakan
Masih seperti mimpi rasanya
Allah tunjukkan skenario yang luar biasa
Sebuah fase hidup yang kan kujelang
Tak pernah terkira sebelumnya
Satu pekan lagi
Namun waktu seakan lebih cepat berlalu
Allahul musta'an
Allah Maha Segalanya
Hanya kepada-Nya kami berharap

#WriteEveryday182
30 September 2018
Aeninuraa

Rabu, 12 September 2018

Aku Bukan Bintang

Aku bukan bintang
Aku hanya setitik cahaya
Sinarku kadang meredup
Bahkan seperti tak nampak
Namun engkau tetap di sini
Bersama sabar dan do'amu
Engkau tetap jadikan aku cahaya
Meski hanya setitik cahaya
Bagimu aku istimewa
Aku bukan bintang
Sungguh tak sebanding dengannya
Namun engkau membuatku lebih bermakna

#WriteEveryday181
12 September 2018
Aeninuraa

Minggu, 09 September 2018

Bismillah

Bismillah untuk segalanya
Segala rencana
Semoga terlaksana
Berharap ridho-Nya

Bismillah
Semua dalam kuasa-Nya
Tak ada yang luput dari-Nya
Semoga
Yakin ini yang terbaik dari-Nya

Aamiin

#WriteEveryday180
09 September 2018
Aeninuraa

Rabu, 05 September 2018

Terima Kasih

Terima kasih kepada engkau yang tak jera menungguku
Terima kasih kepada engkau yang tak bosan dengan segala tingkahku
Puluhan purnama yang terlewati
Namun aku tidak peka
Aku terlalu dingin
Sementara engkau tetap peduli
Telah kusadari kini
Ketulusanmu tak memudar
Meski sering kuabaikan
Kesungguhanmu tak hanya dalam diksi
Namun nyata dengan bukti
Terima kasih kepada engkau yang tak lelah
Membuat senyumku kembali utuh

#WriteEveryday179
05 September 2018
Aeninuraa

Selasa, 04 September 2018

Kekuatan Do'a

Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, meski terkadang tak sejalan dengan keinginan.

Kekuatan do'a adalah jalan terbaik. Yakinkan diri, mantapkan hati, tawakkal kepada Allah.

Pasrahkan segala asa kepada Allah.
Pemilik jiwa dan raga. Semua milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

Kekuatan do'a benar-benar nyata adanya.

#WriteEveryday178
04 September 2018
Aeninuraa

Senin, 03 September 2018

Kejutan

Kejutan yang tak terduga
Katanya bukti agar kupercaya
Padahal, dari awal telah kumantapkan hati
Percaya bahwa kau terbaik menurut-Nya
Alhamdulillah, masih tak terkira
Kejutan hari ini layaknya drama
Namun kutahu, kesungguhanmu bukan sekedar kata
Apalagi sebatas drama
Semoga Allah mudahkan niat kita
Aamiin Ya Rabb

#WriteEveryday177
03 September 2018
Aeninuraa

Minggu, 02 September 2018

Bersama Hujan

Terurai bait-bait do'a
Dalam dingin
Namun penuh harap
Harap yang hanya kepada-Nya

Bersama hujan
Terhapus jejak langkah
Hilanglah senyap
Ditemani gemerciknya

#WriteEveryday176
02 September 2018
Aeninuraa

Sabtu, 01 September 2018

Hanya kepada-Nya

Segala rasa
Bermuara kepada-Nya
Hanya kepada-Nya
Segala peristiwa
Pun hanya terjadi atas kehendak-Nya
Tak ada yang lepas dari-Nya

Hanya kepada-Nya memohon pertolongan
Hanya kepada-Nya memohon ampunan

Allahul musta'an

#WriteEveryday175
01 September 2018
Aeninuraa

Jumat, 31 Agustus 2018

Ada yang Datang Lalu Pergi

Mengetuk pintu
Berdiam sejenak
Kemudian menyapa
Bercerita banyak hal
Rencana masa depan
Visi hidup
Semua telah tersampaikan

Kadang ada yang datang lalu pergi
Entah ujian atau teguran
Semua baik karena-Nya

#WriteEveryday174
31 Agustus 2018
Aeninuraa

Do'a dalam Sepertiga Malam

Bismillah..
Maha suci Allah atas segalanya. Wahai dzat Yang Maha Penyayang, hanya kepada-Mu aku memohon ampunan. Hanya kepada-Mu aku memohon petunjuk.

Keburukan yang ada, tak lain berasal dari diriku sendiri. Sementara segala kebaikan hanya berasal dari-Mu. Ampuni segala khilaf dan dosaku Ya Rabb, aku yang terlalu sibuk dengan urusan dunia hingga hanya sebentar saja mengingat-Mu.

Kumohon curahan rahmat-Mu.
Hasbunallah wani'mal wakiil.

Aamiin Ya Rabbal'alamiin.

#WriteEveryday173
31 Agustus 2018
Aeninuraa

Rabu, 29 Agustus 2018

Ketetapan-Nya

Terkadang masih merasa heran atas semua yang telah terjadi. Semua ini di luar prediksi, tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah Maha Baik. Ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Jangan pernah berhenti untuk berprasangka baik kepada-Nya. Karena sepahit apa pun sebuah kejadian, selalu ada kebaikan di dalamnya. Selalu ada hikmah di balik segalanya.

Allah Maha Baik, sungguh Allah Maha Baik. Ketetapan-Nya tak pernah keliru. Allah Maha Kuasa, jangan batasi dengan terbatasnya nalar kita.

Yakini, ketetapan-Nya selalu baik dan yang terbaik.

#WriteEveryday172
29 Agustus 2018
Aeninuraa

Sebab Senyumku

Syukur adalah sebab senyumku, senyum kepada setiap hal yang menyapa. Bisa jadi, kepahitan dan kesulitan turut hadir. Namun dengan syukur, diri tetap berdiri tegar.

Tak terhitung nikmat yang Allah berikan. Masalah yang hadir lebih kecil dari luas kasih sayang-Nya. Lantas, tak ada alasan untuk tidak bersyukur. Meski diri ini memang sering lalai, namun kuyakin ampunan-Nya selalu ada.

Aku masih belajar menjadi hamba-Nya agar pandai bersyukur, tak peduli seberapa sering aku lalai. Aku  takkan berhenti berusaha. Kuingin, sebab senyumku selalu terpaut kepada-Nya.

#WriteEveryday171
29 Agustus 2018
Aeninuraa

Selasa, 28 Agustus 2018

Pilihan

Selalu ada pilihan dalam hidup ini, mulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi. Apa yang kita pilih menjadi penentu pilihan-pilihan selanjutnya.

Ketika bangun tidur, ada banyak pilihan. Diantaranya, apakah kita memilih untuk segera bangun atau tidur lagi?

Ketika waktunya kita melaksanakan kewajiban, apakah akan segera melaksanakan atau malah menunda?

Ketika merasa kecewa, apakah kita akan tetap tegar atau malah terlarut bersama rasa sedihnya?

Begitu banyak pilihan yang ada di setiap waktunya. Boleh jadi kita pernah salah memilih, kita pernah terjebak dalam keadaan yang tak sesuai dengan yang kita harapkan. Namun, tetap yakini bahwa semua yang terjadi atas izin-Nya. Tak ada satu hal pun yang luput dari ketetapan-Nya.

Bagaimana ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk memilih teman hidup?
Pilih yang paling baik akhlaq dan agamanya. Jika semuanya baik, maka pilih ia yang lebih mendekatkan kita kepada-Nya.

#WriteEveryday170
28 Agustus 2018
Aeninuraa

Minggu, 26 Agustus 2018

Pertemuan Singkat

Senyum itu telah kembali
Secepat ini kah?
Tangis berganti tawa
Sungguh hasil sabar itu nyata
Jawaban atas kepasrahan diri

Pertemuan singkat
Dalam ikhtiar menuju ridho-Nya
Do'a yang selalu dilantunkan
Semoga semua terbaik menurut-Nya
Semoga diri ini sabar karena-Nya

#WriteEveryday169
26 Agustus 2018
Aeninuraa

Sabtu, 25 Agustus 2018

Sepucuk Surat di Penghujung Agustus

Dear: Kamu

Perjalanan ini begitu panjang, namun setelah bertemu denganmu hati ini berhenti mencari karena kamulah sosok yang menginspirasi dan memotivasi hidupku menjadi lebih baik.

Untuk kedepannya, izinkan aku untuk hidup bersamamu selamanya dan izinkan pula aku untuk bercanda tawa, baik susah maupun senang, sedih ataupun bahagia untuk menjalaninya bersamamu karena dirimulah sosok yang aku butuhkan dalam hidupku.

Terima kasih sudah bersedia kutemukan, lalu menemaniku menuju keadaan terbaik. Mari terus bersyukur dan tetap melibatkan Allah dalam setiap langkah kita.

From: ......

#WriteEveryday168
25 Agustus 2018
Aeninuraa

Jumat, 24 Agustus 2018

Menikah

Menikah butuh ilmu
Bukan hanya sebab sekufu
Menikah bukan sekedar berganti status
Menikah adalah menyatukan dua orang yang berbeda
Menyatukan dua keluarga
Perjalanan setelah menikah takkan mudah
Maka niatkan menikah untuk ibadah
Landaskan semua karena-Nya

#WriteEveryday167
24 Agustus 2018
Aeninuraa

Kamis, 23 Agustus 2018

Menjaga Hati

Kuingin miliki hati seluas samudera
Agar apa yang dirasa tak larut begitu saja
Menjaga hati dari prasangka sungguh tak mudah
Sebab diri ini nyatanya lemah
Namun akan selalu kucoba
Menjaga hati karena-Nya
Hanya untuk-Nya
Berbaik sangka adalah kuncinya
Semoga

#WriteEveryday166
23 Agustus 2018
Aeninuraa

Rabu, 22 Agustus 2018

Hanya Sejenak

Ini memang sudah takdir
Hanya sejenak bersama
Hanya sementara
Tak ada yang salah
Semua tepat menurut-Nya
Hanya aku yang merasa
Hanya sejenak nyatanya
Tak ada penyesalan
Hanya sejenak menepi
Memilih sunyi

#WriteEveryday165
22 Agustus 2018
Aeninuraa

Selasa, 21 Agustus 2018

Laa Tahzan

Kadang orang tak pedulikanmu
Laa tahzan, tetaplah berbuat baik
Kadang orang tak menghargaimu
Laa tahzan, tetaplah berikhtiar
Usah dengarkan ucapan yang tak baik
Allah lebih tahu dirimu daripada mereka

Laa tahzan, tetaplah berprasangka baik
Meski kepada orang yang menyakitimu
Kamu kuat karena bersama-Nya
Laa tahzan, tetaplah sebarkan manfaat
Tersenyumlah sebab engkau masih diberi kesempatan
Laa tahzan, ada jalan menuju kebaikan

InsyaAllah:)

#WriteEveryday164
21 Agustus 2018
Aeninuraa

Senin, 20 Agustus 2018

Sabar

Menahan amarah kala emosi
Belajar diam kala ingin berkata
Meredam rasa kala ingin mengungkap
Sadar bahwa belum saatnya
Banyak hal yang harus tersimpan
Atau bahkan terhapuskan
Sabar itu pahit
Namun buahnya manis
Sabar itu sakit
Namun hasilnya menyembuhkan
Sabarmu, sabarku
Semoga sabar yang diridhoi-Nya

#WriteEveryday163
20 Agustus 2018
Aeninuraa

Minggu, 19 Agustus 2018

Skenario-Nya

Aku pernah jatuh
Lalu bisa bangkit lagi
Karena-Nya
Kemudian aku jatuh lagi
Bisa bangkit lagi
Karena-Nya

Kali ini aku ingin bangun
Tak ingin terlelap
Dalam bahagia yang sesaat
Aku ingin pembuktian
Bukan sekedar angan-angan
Ataupun harapan tanpa kepastian

Skenario-Nya Yang Terbaik
Rencana-Nya Yang Terindah
Semoga

#WriteEveryday162
19 Agustus 2018
Aeninuraa

Sabtu, 18 Agustus 2018

Bukan Segalanya

Kamu, boleh jadi sosok yang kuinginkan
Namun kamu bukan sosok yang kubutuhkan
Kamu, boleh jadi seseorang yang hanya singgah
Tak ingin berjuang menuju sah
Aku tak berarti apa-apa bagimu
Kamu pun bukan segalanya bagiku
Aku kan baik-baik saja tanpamu
Dan kamu pun begitu

#WriteEveryday161
18 Agustus 2018
Aeninuraa

Jumat, 17 Agustus 2018

Merdeka

Apa makna merdeka menurutmu?
Bebas dari penjajah? Bebas berpendapat? Atau bebas dalam segala hal?

Menurutku, salah satu makna merdeka adalah adanya rasa aman dan tentram di wilayah NKRI tanpa intimidasi maupun dominasi dari negara lain dalam berbagai aspek kehidupan.

Negara kita sudah merdeka selama 73 tahun hingga saat ini. Namun, apakah benar-benar sudah merdeka? Setiap orang mungkin mempunyai pandangan yang berbeda. Aku tidak akan membahas masalah itu, terlalu luas dan belum cukup ilmunya.

Sederhana saja, merdeka untuk diriku sendiri adalah saat aku mampu menghadapi hal-hal negatif yang terjadi dalam hidupku dan tidak larut dalam hal negatif itu.

Negara kita sudah merdeka dan merdeka bagi diri kita itu dimulai dari sudut pandang serta pola berpikir diri kita sendiri.

Seseorang berpendapat bahwa "Makna merdeka itu tidak diperbudak oleh hawa nafsu yang tidak baik dalam diri kita. Jadi harus dilawan dan diperangi biar merdeka lahir dan batin." (Ratnasari: 2018)
*Setuju nih sama pendapat teteh yang satu ini..:)

Ada pula yang mengatakan "Orang yang disebut merdeka yaitu orang yang sudah terbebas dari perasaan yang ingin memiliki seseorang padahal orang tersebut sudah tidak memperdulikan kita." (J: 2018)
*Loh yang ini kok bawa-bawa perasaan ya? Haha.. Entahlah..:')

#WriteEveryday160
17 Agustus 2018
Aeninuraa

Kamis, 16 Agustus 2018

Ujian ataukah Teguran?

Semua yang terjadi atas izin-Nya, namun yang harus kita renungkan apakah ini memang ujian ataukah justru teguran? Mengingat diri tak pandai bersyukur.

Ujian itu ada untuk meningkatan kualitas diri. Sementara, sadar bahwa diri ini lebih sering lalai. Jadi ini ujian ataukah teguran?

Dan pada detik ini aku masih berpijak di atas tanah, entah berapa lama lagi kesempatan ini. Ujian ataukah teguran?

Baik ujian ataupun teguran, semua ada dalam kuasa-Nya. Aku bukan apa-apa tanpa-Nya.

#WriteEveryday159
16 Agustus 2018
Aeninuraa

Rabu, 15 Agustus 2018

Ketulusan yang Nyata

Gelak tawa terdengar dari dalam ruangan, tawa lepas tanpa kepalsuan, dan raut wajah polos penuh keceriaan. Alhamdulillah 'alaa kulli haal, Allah masih mengizinkanku menyaksikan suasana itu.

Seorang anak tiba-tiba keluar dari dalam lemari, salah satu temannya berkata "Sulap bu, sulap." Diiringi tawa renyah teman-temannya.
"Sulap apa?", kutanya.
"Ini dia bu, dia." jawabnya seraya menunjuk seorang anak yang hanya cengengesan menatapku.

"De, tolong ambilkan kapur ke kantor."
"Siaaap bu."

Beberapa saat kemudian ia datang membawa sejumlah kapur, dua buah yang ia serahkan kepadaku.
"Sebentar bu, sebentar mau sulap."
"Gimana?" aku menahan tawa.
"Ini bu. Yaah, gagal bu sulapnya." (ia mengeluarkan kapur dari pergelangan tangannya yang mengenakan seragam lengan panjang, gagal karena aku sudah lebih dulu melihatnya).

Seisi kelas menertawakannya, tapi ia kembali ke tempat duduknya seakan tak terjadi apa-apa.

Ketulusanmu itu nyata nak, ketulusan tawamu. Ibu bersyukur masih bisa menjadi perantara ilmu, ibu belum bisa jadi pendidik yang baik, namun ibu tetap berusaha melakukan yang terbaik.

#WriteEveryday158
15 Agustus 2018
Aeninuraa

Selasa, 14 Agustus 2018

Kurang Bersyukur

Akhir-akhir ini aku terlalu sering mengeluh
Dan mungkin ini adalah teguran bagiku
Aku kurang bersyukur
Astaghfirullahaladzim

Allah yang menciptakan penyakit
Allah jua yang berhak memberi kesembuhan
Allahul musta'an
Semoga ini menjadi penggugur dosa-dosaku
Aamiin Ya Rabb

#WriteEveryday157
14 Agustus 2018
Aeninuraa

#

Senin, 13 Agustus 2018

Menunggu atau Menerima

Terpaku bersama jatuhnya dedaunan
Gamang dalam langkahku
Antara menunggu atau menerima?
Keyakinanku tetap utuh ingin menunggu
Namun ada ia yang juga menungguku

Aku pasrah
Hanya kepada-Nya
Mengharap yang terbaik menurut-Nya
Hanya Dia Yang Maha Tahu
Akhir penantianku

#WriteEveryday156
13 Agustus 2018
Aeninuraa

Minggu, 12 Agustus 2018

Semua Akan Berlalu

Tak ada yang abadi
Semua yang ada di dunia adalah fana
Pun kerikil tajam yang kulalui
Takkan selamanya
Semua akan berlalu
Semua akan berganti
Hujan pun ada redanya bukan?
Biarlah kali ini hujan turun sesukanya
Biar basahnya membasuh luka
Semua akan berlalu
Biarlah semua orang berkata semaunya
Aku tak perlu menjawab
Semua akan berlalu

#WriteEveryday155
12 Agustus 2018
Aeninuraa

Sabtu, 11 Agustus 2018

Sabarku Masih Berbatas

Harusnya segala ungkapan hanya dicurahkan kepada-Nya
Namun nyatanya sabarku masih berbatas
Harusnya tak ada keluhan atas kekecewaan
Namun memang sabarku masih berbatas
Diri ini lemah tanpa-Nya
Sabarku masih berbatas

#WriteEveryday154
11 Agustus 2018
Aeninuraa

Jumat, 10 Agustus 2018

Bersama

Jika tujuannya bersama, apakah akan selamanya bahagia?
Apakah akan selamanya penuh suka?
Tentu tidak.

Beberapa masa, kita harus lewati luka.
Ada banyak jalan terjal di depan mata.
Bersama?
Jika belum saatnya tak bisa dipaksa.

#WriteEveryday153
10 Agustus 2018
Aeninuraa

Kamis, 09 Agustus 2018

Memaksa Hati

Tak mudah menerima kenyataan pahit
Tak mudah menyusun puzzel harapan yang berserakan
Tak ada cara lain
Selain memaksa hati
Agar bisa menyadari
Semua yang terjadi adalah takdir
Tak bisa dihindari

Semakin berusaha melupakan
Malah semakin lekat dalam ingatan
Merelakan secara perlahan
Menghapus bayangan
Aku harus bisa lewati ini
Meski harus memaksa hati
Aku harus bisa, karena-Nya

#WriteEveryday152
09 Agustus 2018
Aeninuraa

Rabu, 08 Agustus 2018

08-08-2018

Beberapa orang mengetikkan tanggal 08-08-2018 pada history akun Whatsappnya, aku menulis di sini dengan judul tanggal itu juga. Bagi sebagian orang, mungkin hari ini adalah hari spesial dengan tanggal yang spesial tersebut.

Satu hal yang mengingatkanku dengan tanggal ini adalah tanggal sidangku bulan lalu, 18 Juli. Maka, bagiku hanya itu saja yang berkaitan dengan hari ini, angka delapannya.

Sebenarnya, tanggal berapa pun bisa menjadi sangat istimewa. Hal itu tergantung kepada moment istimewa yang dialami oleh seseorang, misalnya hari kelahiran, hari kelulusan, hari mulai bekerja, atau mungkin hari pernikahan.

Lebih luas dari itu, menurutku setiap pergantian waktu bisa menjadi sangat istimewa saat kita bisa lebih dekat dengan-Nya.

#WriteEveryday151
08 Agustus 2018
Aeninuraa

Selasa, 07 Agustus 2018

Sudut Pandang

Ada yang berbeda
Semakin berbeda
Semakin hampa
Dalam sebuah ruang
Ada yang kian hilang
Terkikis bersama angin
Berjatuhan dan terurai

Sudut pandang yang berbeda
Entah dengan tujuannya?
Biarlah
Usailah

#WriteEveryday150
07 Agustus 2018
Aeninuraa

Senin, 06 Agustus 2018

Jika Diam

Pengabaian memang sudah biasa
Membisu dalam banyak tanya
Jika diam adalah jawaban
Sejak lama telah kutemukan

Rapuh bersama jarak
Seolah enggan beranjak
Namun ada yang menunggu
Tanpa ingin ditunggu

Jika diam adalah jawaban
Lantas untuk apa kupertanyakan?
Kepingan hati
Akankah kembali?

Jika diam adalah jawaban
Sejak lama sudah kutinggalkan

#WriteEveryday149
06 Agustus 2018
Aeninuraa

Minggu, 05 Agustus 2018

Retak

Bak sebuah kaca
Kini telah retak
Sebab luka
Goresan tajam
Bukan drama
Ini nyata
Tak mudah
Berganti peran
Melangkah sendiri
Meski sesungguhnya
Tak pernah sendiri
Dua tahun
Sudah berlalu
Apakah sekedar drama?
Dua tahun yang lalu
Mungkin ia lupa
Entah
Aku tak menyerah
Hanya pasrah
Dua tahun
Mungkin cukup

#WriteEveryday148
05 Agustus 2018
Aeninuraa

Sabtu, 04 Agustus 2018

Allah Maha Baik

Alhamdulillah 'alaa kulli hal.
Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.

Diri ini lemah, Allah yang menguatkan.
Diri ini lalai, Allah yang memberi kesadaran.

Setiap hal, sekecil apa pun tak ada yang luput dari-Nya.
Sebutir debu yang menempel, tiada lain atas izin-Nya.
MasyaAllah, begitu Maha Kuasanya Allah.

Aku bukan siapa-siapa jika tanpa Allah.
Aku tak bisa apa-apa jika tanpa Maha Baiknya Allah.

Allah selalu punya skenario terbaik yang mungkin tak pernah terlintas di pikiran kita.
Allah Maha Kuasa atas segalanya.
Allah Maha Baik.
Ujian apa pun yang diberikan oleh-Nya adalah yang terbaik bagi kita.
Semua telah Allah atur sesuai kemampuan diri kita.
Allah Maha Baik.

Allahuakbar.
Laahaula walaa quwwata illa billah.

#WriteEveryday147
04 Agustus 2018
Aeninuraa

Jumat, 03 Agustus 2018

Berbaik Sangka

Selalu ada kebaikan pada setiap kejadian
Seburuk apa pun, sepahit apa pun

Berbaik sangka
Kadang tak mudah
Apalagi saat diri tersudutkan

Muaranya kembali pada hati
Hati-hati dengan hati

Berbaik sangka
Kuatkan hatimu

#WriteEveryday146
03 Agustus 2018
Aeninuraa

Kamis, 02 Agustus 2018

Serpihan Mimpi

Pecah mimpiku
Bak dihantam benda keras
Sembilu
Semua nampak semu
Kucoba susun kembali
Serpihan mimpi ini
Mungkin tak bisa seperti semula
Namun biarlah
Kuyakin akhirnya kan bahagia

#WriteEveryday145
02 Agustus 2018
Aeninuraa

Rabu, 01 Agustus 2018

Hanya Butuh Waktu

Kau melangkah tanpa sepatah kata
Menambah jarak yang tak nampak
Tak kudapati jejak langkah itu
Hanya sendu yang tersisa
Pijakanku mulai melemah
Sebab terlalu berharap kepada makhluk-Nya
Kini semua tak lagi sama
Tak ada lagi tawa
Namun aku tetap di sini
Tak mengejar ataupun berlari
Aku hanya butuh waktu
Hanya butuh waktu untuk kembali utuh

#WriteEveryday144
01 Agustus 2018
Aeninuraa

Jumat, 27 Juli 2018

When My Dream Comes True

Bismillah.
Setelah sekian lama, aku baru bisa mengisi tulisan lagi di sini. Langsung saja ya, aku akan menceritakan salah satu moment penting bagiku. :)

Hari Rabu, tanggal 18 Juli 2018 menjadi salah satu hari yang paling berkesan dalam hidupku. Qodarulloh, tepat di hari itu aku mengikuti ujian sidang skripsiku. Satu Minggu sebelum hari itu aku sudah merasa cemas, bahkan mungkin stress karena khawatir tidak bisa menjawab pertanyaan para penguji. Apalagi mendengar pengalaman teman-teman yang sudah lebih dulu mengikuti ujian sidang, setiap penguji berbeda-beda.

Aku sudah mengetahui pengujiku pada H-1, aku berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tiba pada hari yang dinantikan, sejak pagi-pagi saat aku tiba di kampus perasaanku semakin tak tenang. Kulihat sudah banyak teman-teman yang datang, ada yang sibuk dengan ponselnya, ada pula yang mondar-mandir dengan skripsinya. Aku pun berulang kali membuka file skripsi di ponselku.

Tepat pukul 08.00 pagi, tahap pertama yaitu ujian sidang kelembagaan dimulai. Saat itu aku mulai merasa lebih rileks. Sekitar pukul 09.00 ujian sidang kelembagaan telah selesai. Aku bersama peserta ujian sidang yang lainnya meninggalkan ruangan untuk menuju ruang ujian sidang penguji 1. Saat itu aku kembali merasa tak karuan, nervous dan deg-degan, walaupun aku telah mengetahui teknis yang dilakukan oleh penguji 1, tetap saja rasa gelisah itu ada. Namun setelah 1,5 jam berlalu, alhamdulillah ujian sidang bersama penguji 1 selesai dan berjalan dengan cukup lancar.

Tak lama setelah itu, aku menghubungi penguji ke-2 untuk tahap berikutnya. Aku memasuki ruang A-2 dan mempersiapkan poster persentasiku. Di sinilah aku merasa bahwa aku benar-benar diuji.  Aku menjelaskan dari awal sampai akhir inti penelitianku, kemudian dihujani pertanyaan-pertanyaan yang cukup kritis menurutku. Aku menjawab secara refleks apa yang kupahami. Hanya di beberapa pertanyaan terakhir, aku menjawab dengan ragu-ragu. Sekitar 1jam saat itu. Alhamdulillah, akhirnya bisa kulewati. :') Sangat lemas, masih tegang, dan terharu perasaanku saat itu. Seperti mimpi, namun nyata. Akhirnya aku bisa menyelesaikan ujian sidang pada hari itu. Alhamdulillah, semua atas izin Allah. :')

When my dream comes true, Alhamdulillah for everything. :')

#WriteEveryday143
27 Juli 2018
Aeninuraa

Kamis, 21 Juni 2018

Aku Tidak Lebih Baik Darimu

Hai, kamu yang mengenalku. Jangan menilaiku dari penampilanku. Jangan menilaiku dari tulisanku. Jangan pandang aku dari sosial mediaku. Aku tidak lebih baik darimu, sungguh.

Penampilanku hanya salah satu usaha untuk taat kepada-Nya, sementara akhlaqku adalah sikap dari diriku sendiri yang kusadari memang belum sesuai dengan penampilanku. Ilmu agamaku juga mungkin hanya sebutir debu dari luasnya semesta.

Apa yang kutulis dan kuposting di sosial media semata-mata adalah pengingat bagi diriku yang masih sangat lalai. Maka, ingatkanlah aku jika aku khilaf.

Jangan menganggap bahwa aku sudah baik. Aku belum baik, aku tidak lebih baik darimu.

#WriteEveryday142
21 Juni 2018
Aeninuraa

Inkonsisten

Sedih sebenarnya, kulewatkan hari-hariku dengan inkonsisten. Hari-hari yang berganti Minggu telah terlampaui tanpa pencapaian yang berarti.

Aku masih inkonsisten, lalai terhadap waktu. Termasuk dalam menulis di sini. Namun aku tak boleh menyerah, semuanya belum usai kan? Selagi masih bisa menghirup udara, masih ada waktu untuk memperbaiki semua. Jika harus terjatuh lagi dan lagi, maka aku harus bangkit lagi dan lagi.

#WriteEveryday141
21 Juni 2018
Aeninuraa

Kamis, 14 Juni 2018

Menuju Fitri

Ramadhan telah pergi
Kali ini terasa menyesakkan
Tanpa wanita terhebat dalam rumah
Isak yang kian menyayat
Diiringi gema takbir saling bersahut
Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar
Laailaaha ilallohu Allohu Akbar
Allohu Akbar Walillahilham

Do'a yang selalu dipanjatkan
Sebagai penguat diri
Menahan luapan rindu
Menuju fitri

Laahaula walaaquwwata ilabillah..

#WriteEveryday140
14 Juni 2018
Aeninuraa

Selasa, 12 Juni 2018

Berbeda

Ramadhan yang berbeda kali ini
Sangat berbeda
Tanpa malaikat tak bersayapku
Terasa berat
Seakan tak sanggup
Namun kembali kepada sebuah titik bahwa ini adalah ketetapan-Nya
Celakalah aku jika menentang-Nya

Berbeda
Semua sangat berbeda
Dan pada akhirnya
Aku harus terima
Semua ini nyata
Yakini saja bahwa ini yang terbaik dari rencana-Nya
Laahaula walaaquwwata illabillah..

#WriteEveryday139
12 Juni 2018
Aeninuraa

Jumat, 08 Juni 2018

Catatan Senja

Kadang kita terlalu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, padahal usia kita belum tentu sampai pada masa itu.

Kadang kita terlalu banyak mengeluh, padahal begitu banyak hal yang belum kita syukuri.

Kita, khususnya aku.
Masih perlu berbenah dan memperbaiki diri.

#WriteEveryday138
08 Juni 2018
Aeninuraa

Rabu, 30 Mei 2018

Penghujung Mei

Sudah sepuluh hari aku tidak posting tulisan di sini. Belasan tulisan yang terlewat. Aku akan berusaha menggantinya, meski hanya dengan tulisan singkat.

Penghujung Mei, ini seperti mimpi buruk bagiku. Namun, ini kenyataan yang harus kuhadapi. Realita yang harus kujalani. Sungguh tak mudah, sungguh berat. Jangan tanya bagaimana perasaanku, semua membuatku benar-benar rapuh. Di sisi lain, aku harus tetap tegar. Meski tertatih bangkit dari mimpi buruk yang sebenarnya kenyataan.

Astaghfirullahaladzim.

#WriteEveryday137
30 Mei 2018
Aeninuraa

Minggu, 20 Mei 2018

Berharap Hanya Kepada Allah

Ketika kita tidak berharap lagi kepada siapa pun kecuali hanya kepada Allah
Saat itulah kita semakin kuat
Ketika kita banyak berharap kepada makhluk
Saat itulah kita lemah

Yakin kepada Allah
Hasbunallah
Itulah puncak kekuatan kita

-Ustadz Hanan Attaki-

#WriteEveryday136
20 Mei 2018
Aeninuraa

Rabu, 16 Mei 2018

Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah, Allah izinkan diri ini bertemu kembali dengan Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan, bulan suci penuh ampunan. Banyak hal yang telah terurai dalam do'a, semoga di bulan ini kudapati petunjuk-Nya.

Marhaban Ya Ramadhan, semoga di bulan ini bisa mendapat keberkahan, lebih sabar dalam setiap ujian, dan dilimpahkan kebaikan. Aamiin Ya Rabb.

#WriteEveryday135
16 Mei 2018
Aeninuraa

Senin, 14 Mei 2018

Pasti Baik

Hari ini, hantaman keras untuk benteng kesabaran hadir lagi. Astaghfirullahaladzim, sekuat mungkin diri ini berusaha untuk tidak rapuh. Namun memang pada dasarnya diri ini lemah, sangat lemah dan tak berdaya tanpa-Nya.

Semua hal kembali muncul dalam pikiran seperti benang kusut. Inilah sisi negatif yang memenuhi benakku. Meski begitu, masih ada sisi lain dalam nalarku untuk berusaha bangkit dari semua hal yang membuatku rapuh. Aku harus bangkit demi orang-orang yang menyayangiku.

Apapun yang terjadi, semua atas kehendak-Nya. Walaupun sakit, ini pasti baik menurut-Nya. Walaupun sangat berat, ini pasti baik atas ijin-Nya. Apapun, pasti baik dalam kuasa-Nya. Bukankah tak ada satu pun hal yang luput dari ketetapan-Nya? Wahai diri, engkau lemah. Sangat lemah. Maka cukuplah bergantung hanya kepada-Nya. InsyaAllah.

#WriteEveryday134
14 Mei 2018
Aeninuraa

Minggu, 13 Mei 2018

Kajian Ma'rifatullah 2

Tiga rahasia kematian kita; waktu, tempat, dan cara. Gampang bagi Allah mematikan kita. Itu urusan Allah, urusan kita berusaha khusnul khotimah. Tentang apa yang akan terjadi besok kita tidak tahu, kita punya rencana tapi nggak tahu apa yang akan mutlak terjadi. Makanya, rencana bagus. Tapi berlindung ke Allah supaya dibimbing oleh Allah menghadapi segala kejadian dengan cara terbaik.

Allah tahu apa yang saya lakukan, Allah tahu apa yang saya pikirkan, Allah tahu apa yang ada di dalam hati saya, Allah tahu keinginan saya, keperluan saya, Allah tahu rezeki saya dimana, Allah tahu apapun yang akan menimpa saya dan Dia Pelindung saya, Allah tahu masa lalu saya. Berpuas-puaslah dengan apa yang Allah tahu. Tidak usah sibuk agar orang lain tahu tentang diri kita. Hati-hati, jangan merusak amal hanya karena ingin diketahui orang.

Kalau hidup ingin dinilai orang, gak ada habisnya. Capek.

-Aa Gym-
102.7 MQ FM 03 Mei 2018 @20.00-21.00

#WriteEveryday133
13 Mei 2018
Aeninuraa

Sabtu, 12 Mei 2018

Kajian Ma'rifatullah 1

Ikhtiar itu ibadah. Makin sempurna ikhtiarnya, sempurna ibadahnya. Apapun yang mau Allah takdirkan kepada kita, ya terserah Allah. Kita ini kan milik Dia, tapi jangan risau. Allah itu Maha Baik. Maha Baik. Buktinya selama ini kita ngaco, tetap diurus.

Coba lihat sholat kita, khusyu 60% saja bagi saya berat. Bayangkan kita sedang menghadap Allah, tapi kita ngelantur. Sebetulnya sholat-sholat kita lebih memerlukan ampunan Allah daripada ingin diijabahnya do'a, saking ngaconya. Tapi tetap diurus. Teman sebelah gak ada yang tahu kita ngelantur. Dikasih makan, dikasih pakaian, dikasih ilmu, ditutupi aib. Allah pemilik diri kita lebih sayang kepada kita dibanding siapa pun juga. Ibu & Bapak sayang, itu 1/100 dari sifat Rohmat Allah yang dibagikan kepada seluruh makhluk. Gimana sayangnya Allah ke kita? Makanya mau diapain aja oleh Allah, terima. Pasti baik.

"Tapi a, saya dikasih penyakit."
"Pasti baik."
"Kenapa orang lain sehat, saya sakit?"
"Punya dosa tidak? Sedikit atau banyak? Banyak atau banyak sekali? Banyak sekali atau luar biasa banyak? Gimana taubatnya, berapa kali sehari?"
Allah tahu dosa kita banyak, Allah mau hapuskan dosanya. Dikasih sakit supaya bersih. Ada gak yang diampuni yang enak? Jangan lupa terhadap ancaman hidup kita.

-Aa Gym-
102.7 MQ FM 03 Mei 2018 @20.00-21.00

#WriteEveryday132
12 Mei 2018
Aeninuraa

Sabar dalam Setiap Keadaan

Sangat tidak mudah untuk bertahan saat diri dihadapkan pada deretan masalah yang seakan tak ada habisnya. Sabar yang seharusnya dilakukan terkadang malah sebaliknya. Terasa berat.

Sangat tidak mudah bersabar dalam setiap keadaan. Namun, mengeluh pun malah membuat semua lebih berat.

Sabar dalam setiap keadaan, aku belum sampai pada hal itu. Hanya saja, aku sedang berusaha menuju  titik itu.

#WriteEveryday131
12 Mei 2018
Aeninuraa

Kamis, 10 Mei 2018

Jangan Berburuk Sangka kepada Allah

"Boleh jadi kita tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik menurut Allah. Dan boleh jadi kita menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik menurut Allah."

Kita ini tidak tahu apa-apa, hanya Allah Yang Maha Tahu. Maka, jalani setiap apa pun yang terjadi kepada diri kita. Jangan berburuk sangka kepada Allah.

Kita bodoh, Allah Yang Maha Tahu. Kita lemah, Allah Yang Maha Kuasa.
Kita dzolim, Allah Maha Penyayang. Tetap berbaik sangka kepada Allah dan sempurnakan ikhtiar kita.

-Aa Gym-

#KajianSingkat
#WriteEveryday130
10 Mei 2018
Aeninuraa

Rabu, 09 Mei 2018

Jangan Lupa Bersyukur

Hingga detik ini kita masih diberi kesempatan menghirup napas, masih diberi kesempatan menggunakan panca indra dengan baik. Padahal, dosa-dosa kita sungguh tak terhitung. Betapa Allah sangat menyayangi kita.

Jangan lupa bersyukur wahai diri, kita tak pernah tahu sampai kapan bisa hidup di dunia ini. Allah memberi waktu agar kita bertaubat. Allah memberi kesempatan agar kita kembali kepada-Nya. Mendekat kepada-Nya.

#WriteEveryday129
09 Mei 2018
Aeninuraa

Kita Milik Allah

Allah itu Maha Baik, Maha Baik banget. Allah tahu dosa-dosa kita, tapi Dia tetap menyayangi kita. Allah tetap melimpahkan karunia-Nya, Allah menutupi aib-aib kita.

Kadang, kitanya yang gak tahu diri. Diuji sedikit aja ngeluhnya gak cukup sekali. Padahal diri kita ini milik Allah. Kita banyak ngeluhnya, banyak lalainya, tapi Allah tetap sayang kita.

Kita milik Allah, seharusnya kita terima apa pun kehendak-Nya.

Astaghfirullahaladzim.

#WriteEveryday128
09 Mei 2018
Aeninuraa

Esok Masih Misteri

Esok masih misteri
Tak ada yang tahu
Apakah kan terbangun atau tidak?
Apakah masih di atas tanah atau sebaliknya?
Esok masih misteri
Sungguh tak bisa kita prediksi
Tak bisa kita tahu apa yang kan terjadi
Semua kembali kepada-Nya

#WriteEveryday127
09 Mei 2018
Aeninuraa

Minggu, 06 Mei 2018

Kembali Menata Hati

Ujian yang datang silih berganti cukup menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Ini bukan soal cinta, namun lebih luas dari itu. Liku kehidupan yang mungkin setiap orang pernah mengalaminya.

Kembali menata hati, bukan untuk masalah cinta. Kembali menata hati untuk menjadi pribadi yang lebih tegar. Kembali menata hati untuk belajar sabar.

Hidup ini bukan hanya tentang cinta. Bukan hanya tentang aku, kamu, atau dia. Kembali menata hati sebab ingin mencapai ikhlas dalam setiap keadaan.

#WriteEveryday126
06 Mei 2018
Aeninuraa

Perjuangan

Kemarin aku tidak menyempatkan posting di sini karena kelelahan sepulang dari kampus. Saat ini aku juga sedang dalam perjalanan pulang dari kampus.

Perjuangan? Kata orang hidup itu butuh perjuangan. Benar memang, tanpa perjuangan tak ada yang bisa kita capai. Misalnya hari kemarin, aku butuh perjuangan untuk bisa tiba di kampus tepat waktu. Perjuangan melawan rasa kesal karena terjebak macet, perjuangan menahan panasnya cuaca. Itu semua butuh perjuangan.

Perjuangan apa pun dalam hal kebaikan memang tak mudah. Butuh kesabaran yang bukan sekedar diucapkan. Butuh tindakan dan kecermatan.

Satu hal yang harus kita ingat, dalam perjuangan itu kita tidak boleh salah berharap.

#WriteEveryday125
06 Mei 2018
Aeninuraa

Jumat, 04 Mei 2018

Menyeka Air Mata

Sudah cukup derai tangismu.
Gelap kan berganti cahaya, apa yang membuatmu berduka?
Yakinlah, suatu hari nanti kan ada seseorang yang menyeka air matamu.
Kini, redakanlah emosi dalam dirimu sendiri.
Jangan biarkan segala prasangka membuatmu menitikkan air mata.
Menyekanya dengan tanganmu sendiri untuk saat ini.
Bersabarlah.

#WriteEveryday124
04 Mei 2018
Aeninuraa

Pilihan

Aku menetap di sini sebab ini pilihanku.
Entah ini benar atau tidak, aku hanya menjalaninya.
Entah ini kan sesuai rencana atau tidak, aku berusaha berbaik sangka.
Kerikil tajam yang ada di hadapan kita, mau tak mau harus kita hadapi.
Kita, bukan hanya aku atau kamu.

#WriteEveryday123
04 Mei 2018
Aeninuraa

Kamis, 03 Mei 2018

Terlalu Takut

Kuakui, aku terlalu takut kehilanganmu.
Padahal, aku bukan siapa-siapa untukmu.
Tiada yang lebih menyesakkan dari menutup rapat sebuah rasa dalam bisu.

Aku akan bertahan, namun apakah kamu juga?
Aku pasrah atas semua yang terjadi, kepada-Nya.

#WriteEveryday122
03 Mei 2018
Aeninuraa

Selasa, 01 Mei 2018

Salahkah Aku?

Aku butuh tawa, bukan luka.
Aku butuh senyum, bukan air mata.
Salahkah aku, jika inginku adalah kamu?
Salahkah aku?
Salahkah rasaku?
Salahkah aku, jika bahagiaku adalah kamu?
Salahkah?
Salahkah aku memilihmu?
Salahkah?
Aku telah rapuh, jangan membuatku semakin jatuh.

#WriteEveryday121
01 Mei 2018
Aeninuraa

Senin, 30 April 2018

Bertahan?

Entah apa yang kan terjadi, entah bagaimana kisah selanjutnya nanti? Akankah tetap bertahan? Atau justru mundur secara perlahan?

Aku kan tetap berusaha berbaik sangka dengan proses ini. Keyakinanku telah menjadi sebuah keputusan. Bagiku, bertahan adalah pilihan terbaik.

Bertahan?
Semoga.

#WriteEveryday120
30 April 2018
Aeninuraa

Minggu, 29 April 2018

Sebatas Ego

Tak ingin diabaikan, padahal sering mengabaikan.
Tak ingin dibuat cemburu, padahal pernah membuat cemburu.
Ingin diperhatikan, padahal jarang memberi perhatian.
Ingin dianggap penting, padahal bukan orang penting.
Ego, begitulah ego yang dirasakan.

Cukup, biarlah hanya menjadi sebatas ego.
Ada yang harus mengalah saat marah.
Ada yang harus memaafkan saat dikecewakan.
Ada yang harus mulai bicara saat diam tanpa kata.
Tidak semua ego bisa diikuti, ada yang harus dihilangkan demi kebaikan.

#WriteEveryday119
29 April 2018
Aeninuraa

Sabtu, 28 April 2018

Jangan Kembali

Kamu? Angin apa yang membawamu kembali ke sini? Bukankah dulu, kamu yang meninggalkanku tanpa alasan? Bukankah dulu, penantianku kau abaikan? Lalu, untuk apa sekarang kamu hadir lagi?

Jangan kembali untuk menggoreskan luka yang sama. Kamu tak pernah tahu, seberapa keras usahaku untuk menyembuhkan luka itu. Kamu tak pernah merasakan sakitnya ditinggalkan tanpa penjelasan.

Jangan kembali untuk mengulang pedih yang sama. Aku telah berhasil melepaskanmu, jangan membuatku kembali jatuh. Jalani hidupmu bersama dia, pilihanmu.

#WriteEveryday118
28 April 2018
Aeninuraa

Jumat, 27 April 2018

Pergilah

"Maafkan aku, mungkin ini yang terbaik untuk kita."

"Terbaik untukmu, bukan untukku. Ada apa sebenarnya? Apa salahku?"

"Kamu tidak salah apa-apa. Aku hanya ingin kita berjalan masing-masing, kamu fokus pada cita-citamu dan aku pun begitu."

"Lalu, bagaimana dengan rencana kita? Janjimu, kamu lupa?"

"Maaf, aku tidak bisa menepati itu. Aku ingin kita introspeksi diri kita masing-masing. Jodoh tidak akan kemana kan? Hapus air matamu."

"Mudah ya, bagi kamu mengatakan itu. Apakah ini karena orang tuamu?"

"..." (terdiam)

"Baiklah, diammu sudah cukup membuatku mengerti. Kamu tidak serius memilihku, bahkan kamu tidak punya sedikit pun niat untuk mempertahankanku di hadapan orang tuamu. Aku cukup sadar sekarang, semua ucapanmu sebatas kata tanpa makna. Pergilah, pergi sejauh mungkin dariku. Jangan pernah kembali."

"Bukan begitu, maafkan aku."

"Cukup! Pergilah!"

~~~~End~~~~

#WriteEveryday117
27 April 2018
Aeninuraa

Kamis, 26 April 2018

Unmood

Unmood adalah kondisi yang paling tidak kusukai. Unmood kadang tiba-tiba datang dan tidak bisa dihindari. Hal ini bisa mengacaukan semuanya.

Unmood bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya ketika sedang mengerjakan tugas tapi tiba-tiba disuruh mengerjakan hal lain, atau tiba-tiba keadaan jadi tidak nyaman karena suara berisik dari luar, atau bahkan diacuhkan oleh seseorang bisa juga menyebabkan kita unmood.

Unmood memang bisa memengaruhi kondisi emosi seseorang, terutama kaum perempuan. Ya, kadang hal yang menyusahkan bagi perempuan adalah perasaannya sendiri.

#WriteEveryday116
26 April 2018
Aeninuraa

Skripsweet

Kali ini mau curhat lagi tentang skripsweet. Nyusun skrips itu gak mudah ya? Banyak godaannya, banyak ujiannya. Udah ngelist target dari jauh-jauh hari, tapi tetep aja gak sesuai.

Beneran lho, melawan diri sendiri itu lebih sulit daripada nyemangatin orang lain. Entah akunya yang emang gak bisa ngatur waktu dengan baik atau karena sitkon yang kurang mendukung. Entahlah.

Aku lagi berjuang melawan diriku sendiri, supaya skrips bisa segera kuselesaikan. Bisa lulus tepat waktu.

Maaf jika posting kali ini mungkin kurang bermanfaat. Skip aja :)))

#WriteEveryday115
26 April 2018
Aeninuraa

Dunia?

Sampai kapan mau mengejar dunia?
Tidak ada habisnya
Tidak ada ujungnya
Padahal kita tahu dunia ini fana
Tak ada yang kekal bersamanya
Aku masih lena pada urusan dunia
Padahal akhiratlah yang selamanya
Dunia ini hanya persinggahan
Akhirat adalah masa depan

Dunia?
Suatu saat aku akan pergi darimu, semoga berakhir dalam kebaikan

#WriteEveryday214
26 April 2018
Aeninuraa

Selasa, 24 April 2018

Derai dalam Sunyi

Derai itu tak henti mengalir kala sendiri, dalam sunyi. Terlalu banyak rasa yang tak bisa diungkapkan lewat kata.

Terkadang, memang tak semua cerita layak untuk dituliskan. Ada beberapa hal yang harus disimpan dalam diam. Ada yang harus ditutup rapat bersama keheningan.

Bukan karena merasa diri paling kuat. Namun, bukankah menyampaikan semua yang dirasa kepada-Nya adalah lebih baik daripada mengeluh kepada makhluk-Nya?

#WriteEveryday113
25 April 2018
Aeninuraa

Minggu, 22 April 2018

Roda Kehidupan

Berputar ibarat roda
Melaju tanpa lelah
Meski tak semua sesuai rencana
Namun tak ada celah tuk menyerah
Roda kehidupan
Tak dapat dihalau alurnya
Semua atas kehendak-Nya
Kata Ayah, ini ujian
Cambuk dalam kesabaran
Hapus air matamu
Roda kehidupan tak peduli tangismu
Tak perlu cerita sedihmu
Berdirilah dengan kuat

#WriteEveryday112
22 April 2018
Aeninuraa

Sabtu, 21 April 2018

Insya Allah Yakin

Jalan ini telah kupilih
Maka harus kutempuh dengan keyakinan
Satu hal penyebab kecewa
Tak perlu menjadikan goyah
Sebab jalan di depan sana masih panjang
Pahit manis sudah menjadi ketentuan-Nya

Katamu, Insya Allah yakin
Kutahu kau tak main-main
Kesungguhanmu sudah kau buktikan
Semoga, semua niat ini Allah lancarkan
Ikhtiar dan do'a tak alpa kita lakukan
Menuju ujung penantian

Bismillah..
Insya Allah yakin

#WriteEveryday111
21 April 2018
Aeninuraa

Jumat, 20 April 2018

Melenyapkan Prasangka

Aku diam
Meski hati ingin menyapa
Aku diam
Melenyapkan prasangka
Khawatirku percuma
Memang belum saatnya

Bersabarlah wahai hati
Tegarlah wahai diri
Tak semua ingin bisa kau raih
Tak setiap jalan tanpa pedih
Allah lebih tahu yang terbaik
Tetaplah berusaha menuju baik

#WriteEveryday110
20 April 2018
Aeninuraa

Kamis, 19 April 2018

Telah Terbiasa Tapi Beda

Diam
Terabaikan
Telah terbiasa
Tapi beda
Haruskah dipertanyakan?
Atau biarkan saja?
Lelah menerka
Akhirnya membisu
Sunyi dalam gelap
Kehilangan kejora
Beribu kata
Terurai di udara

#WriteEveryday109
19 April 2018
Aeninuraa

Rabu, 18 April 2018

Tak Sekuat Mereka

Saat duka menyapa
Aku tak sekuat mereka
Tangisku seringkali pecah
Apalagi di hadapan-Nya
Tempat kuadukan segala gundah

Jalan ini sungguh tak mudah
Mungkin karena imanku masih lemah
Lebih banyak memikirkan dunia
Lalu akhiratku bagaimana?
Sungguh tak dapat kulukiskan lewat kata

Aku rindu, rindu kebersamaan yang kini hampa

#WriteEveryday108
18 April 2018
Aeninuraa

Selasa, 17 April 2018

Kembali

Ada yang kembali
Sosok dari masa lalu
Namun, kini sudah terlambat
Aku tak mungkin berbalik arah
Aku telah di sini
Bersama rangkaian mimpiku
Menuju ujung penantian
Kembalimu tak dapat kusambut
Maafkan aku
Kau boleh kembali
Namun tidak dengan rasamu

#WriteEveryday107
17 April 2018
Aeninuraa

Senin, 16 April 2018

Bismillah untuk Segalanya

Bismillah
Bismillah untuk segalanya
Tak pernah terbayangkan sebelumnya
Kita bisa sampai di titik ini
Di luar sana banyak yang bisa dipilih menjadi pasangan
Namun belum tentu mau bertahan dalam suka dan duka
Di luar sana banyak yang menyukai
Namun belum tentu bisa mengerti
Pasrahkan semua ini kepada-Nya
Maksimalkan ikhtiar dan do'a

#WriteEveryday106
16 April 2018
Aeninuraa

Minggu, 15 April 2018

Memilih Diam

Tak berhak kuminta jawaban
Aku memilih diam
Biar saja beku
Bersama segores luka
Hanya perlu kusadari
Tak pernah bermakna
Berharap kepada makhluk-Nya
Memang hanya berujung kecewa
Biarlah diam menjadi jawaban

#WriteEveryday105
15 April 2018
Aeninuraa

Sabtu, 14 April 2018

365 Hari

365 hari berlalu, 14 April kini berbeda. Kita telah punya satu tujuan. Aku tahu kita hanya bisa berusaha dan berdo'a. Hasilnya tetap Allah yang menentukan.

Banyak hal yang telah kita lalui, semoga tidak hanya sampai di sini. Masih ada banyak kisah yang ingin kutuliskan, bersamamu.

#WriteEveryday104
14 April 2018
Aeninuraa

Move on atau Move up?

Apa sih bedanya move on dengan move up?
Menurutku, move on itu bermakna berpindah pada hal yang baru, menemukan hal baru dan tidak larut dalam kenangan masa lalu. Sedangkan move up bermakna memacu diri untuk berubah, berubah menjadi lebih baik dengan atau tanpa hal baru.

Mungkin kita lebih sering mendengar kata move on daripada move up, itu semua memang tergantung kepada setiap orang yang memaknainya. Satu hal yang kita ketahui, baik move on mau pun move up semua butuh waktu dan proses. Tidak ada yang instan. Proses itu terkadang tak mudah, banyak kerikil tajam yang bisa menjatuhkan kita kapan saja. Namun, kita harus terus berusaha.

Mau move on atau move up?
Jalani dengan niat karena-Nya.
Laahaula walaquwwata illa billah.

#WriteEveryday103
13 April 2018
Aeninuraa

Kamis, 12 April 2018

Patahan Kisah

Tiba di persimpangan
Kudapati patahan kisah
Mengoyak rasa
Entah di mana ujungnya
Aku hanya terus melangkah
Pada jalan yang kuyakini
Tetap pasrahkan kepada-Nya
Takkan ada yang sia-sia
Semoga

#WriteEveryday102
12 April 2018
Aeninuraa

Rabu, 11 April 2018

Goresan Rindu

Kembali bersimpuh di hadapan-Nya
Mengadukan segala yang terasa
Sekilas menengok masa yang telah lalu
Kemudian tersadar dengan masa ini
Tak mudah untuk sampai di sini
Suka duka telah terlampaui
Namun tak pernah berhenti
Karena pada setiap detik yang berganti
Jatuh bangun pun mengiringi
Ada rasa yang harus tertahan
Bersama jarak
Biar kuurai dalam goresan
Rindu yang menanti pertemuan

#WriteEveryday101
11 April 2018
Aeninuraa

Melepaskan

Kutahu, melepaskan tak pernah mudah.
Apalagi, rasa itu sudah mendalam.
Kusadari, melepaskan itu menyakitkan.
Namun itu lebih baik daripada bertahan dalam ketidakpastian.
Dia orang yang baik.
Semoga bertemu dengan orang yang baik pula.
Melepaskannya adalah pilihan.
Aku pun harus bisa menerima konsekuensinya.
Do'a terbaik untuknya.

#WriteEveryday100
11 April 2018
Aeninuraa

Senin, 09 April 2018

Awan

Bertemu kemudian berpendar
Sama-sama menjauh
Hampir kehilangan jejak
Kini semua telah terjawab
Aku mematung seolah tak percaya
Berulang kali kukatakan
Ini seperti mimpi
Sungguh benar, Allah tak pernah mengecewakan kita
Kita yang sering lalai kepada-Nya
Alhamdulillah
Rasa sakit yang kulalui telah kutemukan penawarnya
Semoga Allah memberi kelancaran untuk niat kita
Awan, tetaplah semangat dalam kebaikan

#WriteEveryday99
09 April 2018
Aeninuraa

Meniti Jalan Hidayah Sunnah

Hari Minggu kemarin, 08 April 2018 pertama kalinya aku mengikuti kajian di Masjid Al-Irsyad Satya Kota Baru Parahyangan. Tema kajiannya adalah "Meniti Jalan Hidayah Sunnah" dengan penceramahnya Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, Lc.MA

Aku datang bersama temanku. MasyaAllah, saat pertama memasuki masjid sudah terasa tenang dan takjub. Saat itu, baru beberapa saja yang hadir. Tak lama setelah jam 9, akhwat yang hadir semakin banyak. Ya Allah, aku kagum dengan pakaian yang mereka kenakan juga semangatnya dalam menuntut ilmu. Sebab di antara yang hadir, tak sedikit yang sudah berusia lanjut. Aku malu,  kemana saja aku selama ini? Astaghfirullahaladzim.

"Saat Allah menghendaki hidayah bagi seseorang, tak ada satu pun yang dapat menghalangi. Begitupula saat Allah menghendaki kesesatan bagi seseorang, tak ada yang bisa membuatnya kembali pada jalan yang lurus selain Allah."
Beberapa kiat-kiat agar semangat dalam meniti jalan hidayah sunnah yaitu:
1. Ikhlas.
2. Menuntut ilmu agama.
3. Mencari rujukan ilmu yang benar.
4. Jangan fanatik kepada siapa pun.
5. Carilah teman yang baik.
6. Jauhi perdebatan dan syubhat.
7. Iringi ilmu dengan ibadah.
8. Imbangi ilmu dengan akhlaq.
9. Berdo'a.

"Yaa muqolibal qulub tsabbit qolbi 'alaa diinik."

#WriteEveryday98
09 April 2018
Aeninuraa

Tujuh April

Tanggal tujuh April seharusnya aku posting tulisanku di sini, tapi saat itu aku benar-benar lelah karena pulang dari kampus terlalu sore.
Aku kehujanan saat itu hingga malam harinya pun sempat demam.
Namun, di balik itu semua ada hasil bimbingan yang kuperoleh. Alhamdulillah, dosen pembimbingku sangat baik.

Tahap berikutnya yang harus kuselesaikan adalah mengerjakan revisi Bab 1-3 dan mulai mengolah data hasil penelitian. Semoga Allah selalu menguatkanku dalam proses ini karena benar-benar tidak mudah mengatur waktu antara bekerja dan menuntaskan tugas akhirku.
Laa haula walaquwwata illa billah.

#WriteEveryday97
Aeninuraa
09 April 2018

Jumat, 06 April 2018

Pejuang Skripsi

Orang-orang menyebut mahasiswa tingkat akhir dalam proses meraih gelar Sarjana sebagai 'Pejuang Skripsi'. Kini aku menjadi salah satu dari sekian banyak 'Pejuang Skripsi' tersebut.

Jujur saja, banyak sekali godaan yang menghampiri saat menyusun Skripsi. Aku pun sulit menghindarinya. Sungguh benar, lawan yang berat adalah diri sendiri. Sangat sulit untuk tetap konsisten mengerjakan skripsi saat lelah menyapa, saat kondisi badan dan pikiran tak bisa bekerjasama.

Sebenarnya, aku pun sadar bahwa pendidikan yang kutempuh bukan semata-mata untuk memperoleh gelar di belakang namaku. Namun lebih dari itu adalah ilmu yang kudapatkan harus bermanfaat, minimal bagi orang-orang terdekat.

Dalam menyusun skripsi ini, ada proses luar biasa yang harus kuhadapi. Dan aku pun tahu, semua ini tak sebanding dengan pengorbanan kedua orangtuaku. Maka saat kutemui kesulitan, aku tak boleh menyerah seperti orangtuaku yang tak pernah berhenti  memperjuangkan segalanya untukku.

Tetap semangat Pejuang Skripsi!

#WriteEveryday96
06 April 2018
Aeninuraa


Kamis, 05 April 2018

Aku Bukan Malaikat

Kepada engkau yang menilai diri ini dari penampilan
Ketahuilah, aku bukan malaikat
Saat aku mengenakan hijab lebar dan niqab
Tak lantas aku menjadi bersih dari dosa
Aku tetap pada fitrahku sebagai manusia
Aku bisa khilaf dan salah

Kepada engkau yang menganggap diri ini sudah baik
Ketahuilah, aku mungkin tidak lebih baik darimu
Aku hanya berusaha menuju baik
Aku bukan malaikat yang selalu taat
Maka, jika aku keliru tolong tegur aku
Jangan salahkan hijabku ataupun niqabku

#WriteEveryday95
05 April 2018
Aeninuraa

Istighfar

Saat dada terasa sesak
Saat hati terasa sempit
Istighfar adalah salah satu penawar
Astaghfirullahaladzim
Astaghfirullahaladzim
Astaghfirullahaladzim
Berulang-ulang kuucapkan

Semakin sesak saat kuingat
Dosa-dosaku yang tak terhitung
Terlalu sibuk dengan urusan dunia
Padahal kutahu ini fana
Astaghfirullahaladzim
Inginku lepaskan semua beban ini
Berpindah ke tempat yang lebih baik

#WriteEveryday94
05 April 2018
Aeninuraa

Terluka Lagi

Ada luka yang belum kering
Namun kini bertambah lagi
Ada kecewa yang belum pulih
Lalu kini terulang kembali
Salah yang sama
Sakit yang lebih pedih

Hanya Dia Yang Maha Mengerti
Suara hati yang terluka
Tak terdengar namun jelas terasa
Isak tangis dalam do'a
Mengadu kepada-Nya
Luka ini, semoga menjadi penggugur dosa

#WriteEveryday93
05 April 2018
Aeninuraa

Senin, 02 April 2018

Ketetapan

Aku kan tetap di sini
Menjalani ketetapan yang Dia tetapkan untukku
Berprasangka baik terhadap segala rencana-Nya
Karena kuyakin semua kan ada jalannya
Tinggal menghitung hari untuk sebuah jawaban
Rela ataupun tidak semua harus dihadapi

#WriteEveryday92
02 April 2018
Aeninuraa

Minggu, 01 April 2018

Bismillah, April

Bismillah, satu April telah kutemui. Skripsi harus segera kutuntaskan bulan ini. Bismillah, harus bisa. Gapai mimpi menjadi nyata. Tak ada yang tidak mungkin bagi-Nya.

Proses ini tak mudah, jangan mudah menyerah. Jangan banyak mengeluh. Harus yakin bahwa kita bisa melewati ini bersama-sama.
Semoga, aamiin.

#WriteEveryday91
01 April 2018
Aeninuraa

Sabtu, 31 Maret 2018

Jawaban Do'a

Kusadari, jalan ini telah Allah gariskan untukku
Inilah jawaban do'a-do'aku
Setelah sekian lama kunanti
Tiba masanya proses ini
Kutahu ini tak mudah
Namun kuyakin semua kan berakhir indah
Semoga Allah selalu menjaga kita
Awan, semoga itu kita

#WriteEveryday90
Kota Mangga, 31 Maret 2018
Aeninuraa

Jumat, 30 Maret 2018

Sebuah Perjalanan

Cuaca begitu terik
Langit biru nampak indah
Sebuah perjalanan telah kutempuh
Baru sebuah, sebab ini masih proses
Tak pernah kukira sebelumnya
Seperti mimpi namun ini nyata
Alhamdulillah 'ala kulli haal
Rencana-Nya selalu penuh kejutan
Sebuah perjalanan dari sekian perjalanan yang menanti
Lancarkan segalanya, aamiin

#WriteEveryday89
Kota Mangga, 30 Maret 2018
Aeninuraa

Kamis, 29 Maret 2018

Menunggu Pertemuan

Bukan waktu yang sebentar
Bukan hanya sekerjap
Menunggu pertemuan
Bersama jarak
Mengukir rindu
Cukup menguji kesabaran
Cukup melelahkan

#WriteEveryday88
29 Maret 2018
Aeninuraa

Menanti

Menanti bukanlah hal yang mudah
Banyak kemungkinan yang bisa terjadi
Kembalikan semua kepada niat
Karena niat yang baik tentu akan ada jalannya
Menanti dalam ketaatan sangat berliku
Kadang harus jatuh lagi dan lagi
Namun setiap kamu pasti mampu
Bangkit dan meraih bahagiamu

#WriteEveryday87
29 Maret 2018
Aeninuraa

Delapan puluh enam

Ini adalah tulisanku yang ke delapan puluh enam di tahun ini. Sebenarnya aku sudah terlambat, sangat terlambat. Banyak hari yang kulewatkan tanpa postingan. Semua karena management waktuku yang berantakan. Hari ini kucoba mencapai target, walaupun hanya menulis beberapa kalimat. Seperti tulisan ini, aku bingung menulis tentang apa. Tekadku saat ini yang penting aku menulis. Akhirnya, jadi juga tulisan ini. Maafkan jika ini kurang berfaedah.

#WriteEveryday86
29 Maret 2018
Aeninuraa

Tutup Telinga

Biarlah semesta berbicara semaunya
Cukup diam dan tutup telinga untuk suara sumbang di luar sana
Mereka hanya melihat tanpa merasa
Hanya berkomentar tanpa berkaca
Cukup tersenyum kepada mereka yang memandang sebelah mata
Dijelaskan pun mereka takkan mengerti
Disanggah pun takkan dipahami

#WriteEveryday85
29 Maret 2018
Aeninuraa

Bersama Waktu

Detik demi detik kulewati
Menjadi menit, jam, hari, dan minggu
Aku tak jemu
Memperjuangkan semuanya
Bukan memaksakan inginku
Ini hanya wujud keyakinanku
Bagian dari ikhtiarku
Semoga inginku
Sejalan dengan restu
Bersama waktu

#WriteEveryday84
29 Maret 2018
Aeninuraa

Setelah Kesulitan

Jalan terjal yang kita lewati
Bukan hanya sampai di sini
Semua masih panjang
Semua tak mudah
Namun kuyakin
Setelah kesulitan
Ada kemudahan
Begitulah yang Allah janjikan
Kita harus berusaha
Dengan sabar dan shalat
Laahaula walaquwwata illabillah

#WriteEveryday83
29 Maret 2018
Aeninuraa

Ada Cahaya

Ada titik cahaya
Di balik awan
Ada sekilas harap
Dalam do'a yang dilantunkan
Aku di sini
Masih di sini
Menghitung hari
Menuju sebuah titik
Bersamamu

#WriteEveryday82
29 Maret 2018
Aeninuraa

Minggu, 25 Maret 2018

Harap-harap Cemas

Beberapa hari ini aku lupa mengisi tulisan di sini, penyebabnya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan dan tugas akhirku. Menulis karya ilmiah tak semudah menuliskan apa yang ada di pikiran. Aku harus berpikir keras untuk bisa menyelesaikannya sesuai aturan.

Harap-harap cemas, itulah yang kurasakan. Sampai saat ini, jurnalku belum didaftarkan. Waktu terus melaju, kekhawatiran itu menyita pikiranku. Tapi ada Allah yang selalu memberi kekuatan, harus perbanyak do'a, setelah sekian usaha kulakukan. Berusaha berpikir positif, semoga Allah mudahkan. Aamiin

#WriteEveryday81
25 Maret 2018
Aeninuraa

Kamis, 22 Maret 2018

Bersama Do'a

Do'a terbaik kupanjatkan
Memohon ampunan
Meminta kekuatan

Bersama do'a
Menguntai harap
Menuju tempat yang lebih baik

Aku semakin menyadari
Betapa lemah diri ini
Hanya Dia Yang Maha Kuat

Bersama do'a
Meniti langkah
Mendekat kepada-Nya

#WriteEveryday80
25 Maret 2018
Aeninuraa

Belum Titik

Titik restu telah kutemui
Namun belum sampai pada titik
Masih banyak tahap yang harus kulalui
Ragu itu kini menyapa
Sesak pun tak dapat kuhindari
Segala ketakutan membayangi

Astaghfirullahaladzim
Semua sebatas rasa
Kenapa aku terlalu jauh dalam berprasangka?
Harusnya aku tetap yakin
Pada satu titik qadarullah
Kembali, pasrah kepada Allah

#WriteEveryday79
22 Maret 2018
Aeninuraa

Senin, 19 Maret 2018

Menulis Rencana

Setiap diri memiliki rencana untuk mencapai suatu tujuan
Kita pun begitu
Menulis rencana meski tak semuanya diurai dalam tulisan
Satu hal yang harus kita ingat
Bahwa sebaik-baik rencana adalah rencana-Nya
Kita hanya perlu berusaha
Berprasangka baik terhadap rencana-Nya

#WriteEveryday78
19 Maret 2018
Aeninuraa

Pasrah

Saat hati benar-benar pasrah kepada-Nya
Allah beri petunjuk itu dengan segera
Allah Maha Baik
Memberi kejutan yang tak kukira
Saat ini aku hanya memperkuat do'a
Bersama ikhtiar tuk mewujudkannya
Semoga ini baik
Aku pasrah
Hanya kepada-Nya

#WriteEveryday77
19 Maret 2018
Aeninuraa

Minggu, 18 Maret 2018

Melawan Jarak

Tiba masanya melawan jarak
Menembus logika
Hapuskan gelisah
Sangat berbeda
Namun masih ada ragu
Aku terpaku
Inginku segera akhiri
Menuju jalan yang Dia ridhoi
Bismillah, bismillah
Laahaula walaquwwata illabillah
Kupasrahkan semua kepada-Nya
Biidznillah, semua tak lepas dari ketetapan-Nya

#WriteEveryday76
18 Maret 2018
Aeninuraa

Jumat, 16 Maret 2018

Dengan Nama Allah

Dengan nama Allah
Kuawali semuanya
Semoga ini petunjuk
Menuju sebuah kepastian
Entah kan sesuai harap atau tidak
Semua harus kuterima
Dengan nama Allah
Semoga hati ini kuat
Semoga jiwaku tegar
Menata hati
Melangkahkan kaki
Bersama sabar

#WriteEveryday75
16 Maret 2018
Aeninuraa

Kamis, 15 Maret 2018

Menuju Pertemuan

Kusadari, mungkin semua takkan sepenuhnya sesuai harapan. Selalu ada celah untuk kemungkinan terburuk. Namun, kuingin belajar berbaik sangka. Do'a terbaik untuk segala proses ini.

Semoga inginku adalah inginmu juga dan sesuai dengan ingin-Nya. Jika tak sama, semoga aku dikuatkan melewatinya. Ini hanya salah satu fase yang harus kulewati.

#WriteEveryday74
15 Maret 2018
Aeninuraa

Gamang

Kemanakah harus beranjak?
Saat di sekeliling sudah tak ada lagi ruang.
Dengan cara apalagi harus bertahan?
Saat semesta semakin menjatuhkan.
Mungkin hanya dengan berbisik kepada bumi.
Hingga langit mendengar bahwa kaki ini masih ingin berpijak.
Bahwa masih ada harap di balik segala kesakitan.

#WriteEveryday73
15 Maret 2018
Aeninuraa

Selasa, 13 Maret 2018

Antara Ada dan Tiada

Ada namun tak bermakna
Tiada namun seolah ada
Antara ada dan tiada
Kadang tak mudah dipahami
Hanya hati yang mengerti
Meski bumi berteriak
Langit pun menggema
Semua tetap sama
Antara ada dan tiada

#WriteEveryday72
13 Maret 2018
Aeninuraa

Senin, 12 Maret 2018

Dua belas

Dua belas yang ke sekian
Entah ke berapa
Kudapatkan sebuah petunjuk
Entah ini benar atau tidak
Namun kucoba terima
Mungkin ini jalannya

Sesak itu masih ada
Bahkan dengan pertanyaan yang sama
Jika ia pun sebegitu inginnya
Kenapa kau tak memilih dia?
Kenapa masih menyebut namaku?

Aku bukan siapa-siapa
Jika setelah ini aku harus mundur?
Aku harus siap
Meski nyatanya
Aku mungkin tak pernah siap

#WriteEveryday71
12 Maret 2018
Aeninuraa

Minggu, 11 Maret 2018

Tak Berubah

Hingga detik ini
Semua masih sama
Tak berubah
Meski berulang kali kecewa
Meski pernah terluka
Entah dengannya

Aku ingin bertahan
Semampu yang kubisa
Tanpa memaksa
Hingga nanti
Waktu menjawab
Semesta menyetujui

#WriteEveryday70
11 Maret 2018
Aeninuraa

Sabtu, 10 Maret 2018

Restu

Kuberdiri di persimpangan
Kulihat tiga arah yang berbeda itu
Entah mana yang kan menjadi jalan
Langkahku kaku
Perlahan seolah membeku
Apakah harus jalan itu?
Ia yang satu profesi denganku?
Oh restu, berpihaklah padaku

#WriteEveryday69
10 Maret 2018
Aeninuraa

Jumat, 09 Maret 2018

Merekatkan Kepingan Rasa

Telah sekian kali kecewa terhadap makhluk-Nya
Kucoba merekatkan kepingan rasa
Meniti langkah bersama awan
Merangkai asa tuk jadi kenyataan

Rindu
Aku rindu isak tangis itu
Isak tangis dalam sujudku
Rindu
Aku rindu rintihan suara hatiku
Kuukir indah menuju-Mu

#WriteEverday68
09 Maret 2018
Aeninuraa

Kamis, 08 Maret 2018

Akhir Zaman

Dalam keramaian seolah taat
Kala sendiri seringkali lalai
Yang hitam seolah putih
Yang putih tertutup oleh hitam
Apa yang kau cari?
Apa yang kau inginkan?
Hidup dalam keabadian, begitukah?
Tak ada yang abadi di dunia ini
Semuanya fana
Masih bisakah kau terlena?
Fitnah dunia di pelupuk mata
Sadarilah
Akhir zaman sungguh nyata

#WriteEveryday67
08 Maret 2018
Aeninuraa

Rabu, 07 Maret 2018

Catatan Malam

Terkadang ada seberkas penyesalan pada sebuah pilihan, namun kembali kutegarkan diri bahwa semua ini terjadi atas kehendak-Nya. Semua keburukan berasal dari diriku sendiri, sementara kebaikan hanya bersumber dari-Nya.

Mengingat pemutus segala kenikmatan barangkali sebaik-baik penawar saat diri terlalu senang dengan kehidupan dunia atau terlalu larut saat duka menyapa.

Selain Allah, tak ada yang tahu. Apakah esok aku masih terbangun atau tidak? Satu hal yang kuharap, kapan pun dan dimana pun, semoga aku wafat dalam khusnul khatimah. Aamiin.

#WriteEveryday66
07 Maret 2018
Aeninuraa

Selasa, 06 Maret 2018

Cinta Dunia

Aku
Terlalu cinta pada dunia
Aku
Sungguh lemah tanpa-Nya
Aku
Belum mencapai istiqomah
Aku
Masih menangis karena urusan dunia
Aku
Tak sekuat Bilal
Aku
Masih sering lalai

#WriteEveryday65
06 Maret 2018
Aeninuraa

Titik Terang

Cahaya itu mulai terlihat, namun belum sepenuhnya. Aku tak akan berharap terlalu tinggi sebab aku sadar dengan posisiku saat ini.

Aku berusaha pasrah kepada-Nya. Aku tak ingin terluka untuk yang kesekian kalinya. Bagiku, jika ini bukan yang terakhir, sudah cukup. Takkan lagi mengulang semuanya.

#WriteEveryday64
05 Maret 2018
Aeninuraa

Semoga

Hari ini aku menulis tiga judul tulisan dengan isi yang sangat singkat. Tulisan ini sebagai pengisi untuk dua hari yang lalu karena aku tidak sempat posting.

Semoga, banyak yang kusemogakan. Banyak hal yang kusimpan dalam kata semoga ini. Tak dapat kuurai satu per satu di sini karena begitu banyak harap yang kutumpahkan.

Semoga adalah tanda harapku yang ingin kurangkai hanya kepada-Nya. Dia Yang Maha Segalanya. Aku tak dapatkan ketenangan dengan bercerita kepada manusia, ketenangan itu kudapat saat bersujud kepada-Nya. Hanya kepada-Nya. Maka, satu kata semoga ini telah mewakili apa yang kurasa.

#WriteEveryday63
04 Maret 2018
Aeninuraa

Sabtu, 03 Maret 2018

Tiga Maret

Siapkan hatimu untuk menerima segala ketetapan-Nya.
Tegarkan jiwamu dengan meyakini rencana terbaik-Nya.
Siapkan dirimu dengan segala kemungkinan yang kan terjadi.
Jangan pernah menyesali jalan yang  kau temui.

Tiga Maret hari ini barangkali menjadi saksi bisu.
Usaha dalam melawan egomu.
Tersenyumlah, setidaknya kepada dirimu sendiri.
Kau tak sendiri. Sahabatmu, mereka setia di sini.

#WriteEveryday62
03 Maret 2018
Aeninuraa

Jumat, 02 Maret 2018

Jaga Jemari

Dunia sudah tua, namun teknologi semakin canggih. Dunia nyata dan dunia maya seakan tak ada bedanya. Apa yang terjadi di dunia nyata bisa kita ketahui dengan cepat di dunia maya. Rasanya tak ada lagi sekat antara keduanya.

Jika di dunia nyata kita harus menjaga lisan, maka di dunia maya kita harus pandai menjaga tulisan yang berasal dari ketikan jemari kita.
Jaga jemari kita, sebab kini fitnah dunia telah nampak nyata. Hal yang benar bisa dianggap salah dan hal yang salah justru terlihat benar. Sedih melihat ini semua.

Tak jarang kutemukan, masalah yang muncul dalam kehidupan nyata bisa berasal dari ketikan jemari di sosial media. Masalah kecil bisa menjadi masalah besar. Sungguh, kita harus berhati-hati. Ini pengingat diri, khususnya bagi diriku sendiri yang sering lalai dengan jemari ini.

#WriteEveryday61
02 Maret 2018
Aeninuraa

Kamis, 01 Maret 2018

Maret

Bismillah..
Banyak target yang ingin kucapai di bulan Maret ini. Berusaha dan berdo'a, insyaAllah yakin bahwa aku bisa bersama-Nya.

Menurutku optimis itu perlu, bukan bermaksud untuk mendahului kehendak-Nya, namun lebih kepada menanamkan semangat dalam diri sendiri untuk mencapai target yang diinginkan.

Rasa optimis itu pun harus diiringi tawwakkal kepada Allah, menyandarkan segala harap hanya kepada-Nya. Selalu ingat bahwa segala sesuatu bergantung pada-Nya. Semua yang terjadi tak lepas dari ketetapan-Nya. Allah dulu, Allah lagi, Allah selamanya.. Insyallah..

#WriteEveryday60
01 Maret 2018
Aeninuraa

Rabu, 28 Februari 2018

Yang Paling Dekat

Hari ini berita bahagia sekaligus berita duka datang bergantian. Berita bahagia karena salah satu sahabatku akan menempuh hidup baru, sementara berita duka datang dari salah satu dosenku.

Tak pernah terkira sebelumnya, begitulah kematian. Bisa tiba kapan saja, dimana saja, dan kapan saja.

Benar ya, yang paling dekat adalah kematian. Tak bisa kita hindari walau bersembunyi di belahan bumi manapun. Tak mengenal tua ataupun muda. Semua sudah Allah tentukan waktu hidup-Nya.

#WriteEveryday59
28 Februari 2018
Aeninuraa

Selasa, 27 Februari 2018

Jika Bukan Aku

Penghujung bulan Februari telah tiba, sebentar lagi bulan kan berganti. Semoga usiaku sampai pada saat itu.

Jika bukan aku yang menjadi pilihan, aku harus terima. Jika bukan aku yang menjadi alasan berjuang, saat ini aku harus belajar mengikhlaskan.

#WriteEveryday58
27 Februari 2018
Aeninuraa

Senin, 26 Februari 2018

Sabar

Sabar itu mudah diketik dengan jemari.
Mudah diucapkan dengan lisan.
Namun, tak mudah dilakukan.

Sabar adalah perasaan.
Bukan soal berapa kali dikatakan. Namun, bagaimana mengendalikan hati dan pikiran.

Sabar adalah sebaik-baik penawar.
Saat amarah menghampiri, saat ujian datang berulangkali.

Sabar, sabarlah diriku.

#WriteEveryday57
26 Februari 2018
Aeninuraa

Minggu, 25 Februari 2018

La Tahzan

Ada yang harus tersimpan dalam diam.
Ada yang harus terkunci bersama malam.
Ada yang tak perlu diungkapkan lewat kata.
Cukup dirasakan saja.
La Tahzan, kamu kuat bersama-Nya.
La Tazan, sekali lagi La Tahzan.

#WriteEveryday56
25 Februari 2018
Aeninuraa

Sabtu, 24 Februari 2018

Renungan

Aku telah lena dalam luang waktu
Terlalu mengharap pada apa yang belum tentu menjadi takdirku
Aku malu
Terlalu larut dalam anganku
Sadarilah wahai hati
Ini semua hanya membuang waktu
Harusnya tak perlu berharap lagi
Lapangkan hati seluas samudera
Kuatkan diri melebihi baja
Ikhlaskan sejak saat ini juga

#WriteEveryday55
24 Februari 2018
Aeninuraa


Jumat, 23 Februari 2018

Selalu Ada Hikmah

Ada hikmah di balik setiap kejadian.
Hari ini mungkin kau menangis, namun esok bisa jadi kau tersenyum bahagia.
Kehidupan ini dinamis, berubah-ubah.
Sesuai dengan ketetapan-Nya.

Jika suatu hal yang terjadi dalam hidup kita tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tetaplah yakin dengan rencana terbaik-Nya.
Selalu ada hikmah di balik setiap hal yang menimpa diri kita.
Terus berusaha berbaik sangka meski diri lebih sering lalai.
Berusaha menghadapi kenyataan dengan rasa damai.

Selalu ada hikmah pada setiap hal, sekalipun hal itu terasa menyakitkan bagi kita.
Semakin sabar, semakin Allah sayang.
Semakin tegar, semakin Allah kuatkan kita.
Semoga.

#WriteEveryday54
23 Februari 2018
Aeninuraa

Kamis, 22 Februari 2018

Siap Sakit Hati?

Beberapa rencana telah terucap, aku berusaha pasrah pada kehendak-Nya. "Siap sakit hati?" Saat pertanyaan itu muncul, ada sesak yang menyeruak. Namun kucoba menguatkan diri dengan berkata, "Ya, harus siap dengan kemungkinan apa pun yang terjadi. Termasuk sakit hati."

Hanya bisa berikhtiar dan berdo'a. Hasilnya biar Allah yang menentukan. Serahkan segala urusan kepada-Nya, hanya kepada-Nya. Harus yakin bahwa sebaik-baik rencana adalah rencana-Nya.

Laa tahzan, innallaha ma'anaa.

#WriteEveryday53
22 Februari 2018
Aeninuraa

Rabu, 21 Februari 2018

Jarak

"Bisakah bertahan saat ombak menerpa?" Ulangi, sebenarnya pertanyaan yang tepat adalah "Maukah bertahan saat ombak menerpa?" Bisa atau tidak bisa itu relatif, sementara mau atau tidak mau tergantung niat dan keinginan dalam hati.

Jarak ini kuyakini telah Allah gariskan sebagai ketetapan terbaik-Nya. Namun, memang pada dasarnya manusia itu lemah. Termasuk aku yang lebih sering berkeluh kesah.

Hingga saat ini, aku telah berusaha untuk berdamai dengan jarak. Meski nyatanya kadang aku kalah. Sebab tak dapat kupungkiri bahwa rasa khawatir itu ada. Tak nampak namun cukup menyita pikiran dan perasaan.

Pada akhirnya, penawar segala risau dalam jarak adalah do'a. Do'a terbaik dalam penghujung sujud di hadapan-Nya.

#WriteEveryday52
21 Februari 2018
Aeninuraa

Selasa, 20 Februari 2018

Teguran Lagi

Aku memang belum bisa mengendalikan pikiran dan perasaan dengan sebaik-baiknya. Aku belum bisa menjaga jempol ini dengan sebaik-baiknya. Hari ini kudapat teguran itu lagi, teguran dengan masalah yang sama.

Bagaimana jika kamu membaca tulisanku? Entahlah. Mungkin bukan teguran lagi yang kudapat.

Saat ini aku merasa bahwa aku memang tak punya ruang istimewa dalam hidupmu. Aku harus belajar menata semuanya sendiri. Aku harus bisa.

Terima kasih telah peduli dan menyadarkanku bahwa hidup ini bukan sekedar teori dan mimpi, namun kenyataan yang harus dihadapi.

#WriteEveryday51
20 Februari 2018
Aeninuraa

Senin, 19 Februari 2018

Bolehkah Rindu?

Rintik hujan masih mengisi kesunyian malam ini
Teringat seseorang di sana
Puluhan kilometer jarak kita
Semakin bertambah tanpa saling sapa
Entah, tak banyak kata yang bisa kuurai
Hanya ingin bertanya
Bolehkah rindu?

#WriteEveryday50
19 Februari 2018
Aeninuraa

Minggu, 18 Februari 2018

Kepada Engkau yang Masih Rahasia

Dengan nama Allah, kurangkai kata ini untukmu.
Kepada engkau yang masih rahasia, aku di sini menantimu. Menanti engkau datang menjemputku menjadi kekasih halalmu. Aku memang belum tahu siapa kamu, aku belum tahu apakah kita sudah saling kenal atau justru sama sekali belum pernah bertemu. Namun, kupasrahkan semua itu kepada-Nya. InsyaAllah.

Kepada engkau yang masih rahasia, kelak jika tiba masanya Allah mempertemukan kita, semoga engkau bisa menerimaku, menerima segala yang ada pada diriku termasuk masa laluku. Begitu pun dengan aku, aku akan menerima segala yang ada pada dirimu. Aku tak menginginkan sosok yang sempurna, aku ingin kita saling melengkapi.

Kepada engkau yang masih rahasia, ketahuilah bahwa aku hanya wanita biasa. Aku tak pandai merias diri, aku belum pandai memasak, dan sangat kurang dalam ilmu agama. Semoga kelak kau mau membimbingku dan membangun keluarga kecil bersama-sama.

#WriteEveryday49
18 Februari 2018
Aeninuraa

 

Sabtu, 17 Februari 2018

Ayat-ayat Cinta 2

Wahai malam, aku masih di sini menikmati untaian kata karya penulis ternama. Aku larut dalam cerita, terpesona dengan kesetiaan Fahri kepada Aisha. Sungguh, aku kagum kepada penulisnya dan tentu lebih kagum lagi kepada-Nya.

Membaca novel ini membuatku sadar betapa kurangnya ilmu agamaku. Aku belum sampai setengahnya membaca novel ini, namun aku sudah jatuh cinta sejak membaca sub judul pertama.

Sesuai dengan judulnya, ayat-ayat cinta. Novel ini penuh dengan cinta. Bukan sekedar cinta antara sesama manusia, namun lebih dari itu. Cinta seorang hamba kepada Penciptanya.

Aku rasa, novel ini benar-benar lengkap meskipun aku belum menuntaskan membacanya. Banyak hikmah dan ilmu yang bisa diambil. Semua kalimatnya begitu indah dan menarik. Aku akan menyelesaikan membacanya. Segera.

#WriteEveryday48
17 Februari 2018
Aeninuraa

Jumat, 16 Februari 2018

Jawaban ataukah Ujian?

Tak ingin menerka-nerka, namun hati bertanya.
Ini jawaban ataukah ujian?
Sungguh bahagia jika mimpiku menjadi kenyataan.

Takkan ada lagi sendu.
Takkan ada lagi ragu.
Namun semua butuh waktu.

Jawaban ataukah ujian?
Mungkin hanya Allah yang tahu.
Aku hanya perlu menunggu.

Menunggu yang bukan sekedar menunggu.
Menunggu bersama langkah ke tempat yang kutuju.

#WriteEveryday47
16 Februari 2018
Aeninuraa

Kamis, 15 Februari 2018

Jadilah Tangguh

Ketika tak ada seorang pun yang menemani padahal saat itu kau butuh teman, jadilah tangguh.
Ketika tak ada satu pun yang mengerti keadaanmu padahal kau sudah berusaha menjelaskan, jadilah tangguh.
Terkadang tak ada yang bisa menguatkan selain dirimu sendiri.
Terkadang tak ada yang bisa kau andalkan selain perjuanganmu sendiri.
Jadilah tangguh bersama-Nya.
Tetaplah yakin pada rencana baik-Nya.
Dia tak pernah meninggalkanmu.
Dia selalu ada untukmu.

#WriteEveryday46
15 Februari 2018
Aeninuraa

Rabu, 14 Februari 2018

Setitik Cahaya

Hanya setitik cahaya
Tak seindah mutiara
Tak secantik permata
Pengabaian itu sungguh wajar
Setitik cahaya bukan bintang yang bersinar

Ada do'a dalam kata
Ada asa dalam lantunan do'a
Bukan sekedar angan-angan
Namun segala niat dan harapan
Hanya kepada-Nya dipanjatkan

Setitik cahaya biarlah bias
Usah menembus segala batas
Usah menampakkan diri
Yakin ada jalan kembali
Jika Allah menghendaki

#WriteEveryday45
14 Februari 2018
Aeninuraa

Selasa, 13 Februari 2018

Yang Terindah dari Perpisahan

Mengikhlaskan adalah hal yang terindah dari perpisahan. Sebab padanya ada kerelaan melepaskan. Pasrah pada segala yang Dia tetapkan.

Tak mudah menempuh jalan ini, namun yakini bahwa Allah selalu ada, Allah selalu bersama kita.

Perpisahan ini bukanlah akhir, perpisahan ini hanya kepingan fase kehidupan yang harus dilewati.

Yang terindah dari perpisahan setelah mengikhlaskan adalah sebuah pertemuan, pertemuan dalam ridho-Nya.

#WriteEveryday44
13 Februari 2018
Aeninuraa

Senin, 12 Februari 2018

Lepaskan

Kini aku mengerti bahwa dari mereka yang datang, hanya sedikit yang bisa bertahan. Mereka yang hadir tak selamanya bisa menemani. Beberapa ada yang menyerah lalu memilih pergi. Sudah jalannya memang, karena tak ada yang abadi di dunia ini. Maka lepaskanlah.

Orang-orang yang sempat hadir dalam hidup kita mungkin menyisakan kenangan, entah baik maupun buruk cukuplah disimpan sebagai kenangan.

Melepaskan barangkali sama sulitnya dengan mempertahankan. Namun jangan pernah menyimpan duri dalam genggaman. Berpikirlah secara rasional, sebab hidup bukan hanya tentang hati dan perasaan.

Tulisan ini tak bermaksud menggurui, ini hanya sebatas pengingat diri.

#WriteEveryday43
12 Februari 2018
Aeninuraa

Minggu, 11 Februari 2018

Tingkat Akhir 2

Setiap orang telah Allah tentukan kebahagiaan dan ujiannya masing-masing. Kata orang, di tingkat akhir ini ada banyak ujian dan godaan yang menghampiri setiap mahasiswa tingkat akhir. Padahal sebenarnya, ujian itu memang selalu ada pada setiap fase kehidupan kan?

Mungkin karena aku sedang menempuh masa-masa tingkat akhir ini, barulah aku benar-benar merasakan apa yang orang-orang katakan itu. Setiap tahapnya memang tak mudah, ada banyak faktor yang mempengaruhi mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan tugas akhirnya.

Beberapa faktor yang aku rasakan cukup berpengaruh dalam menyusun tugas akhir/skripsi adalah niat dari diri sendiri, management waktu, dosen pembimbing, dan teman-teman seperjuangan.

Alhamdulillah, aku bersyukur dengan proses yang telah kutempuh hingga saat ini. Management waktuku masih belum baik, tapi Allah hadirkan orang-orang baik dalam proses ini. Janji Allah sungguh benar, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Alhamdulillah, selalu yakin kepada-Nya. Segala rencana terbaik-Nya.

Masih banyak tahap yang harus kuhadapi. Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan dan kelancaran untuk semuanya. Aamiin.

#WriteEveryday42
11 Februari 2018
Aeninuraa

Sabtu, 10 Februari 2018

Hampir Lupa

Hampir lupa, hari ini aku belum posting. :')
Dan tengah malam, barulah ingat dan menyempatkan mengetik beberapa diksi ini.
Hari ini hari yang luar biasa.
Mengapa?
Ada hal yang membuat pikiranku agak kacau.
Ada sesuatu yang tak bisa kuuraikan di sini.
Hari ini juga luar biasa, sebab tanpa saling sapa.
Dan lagi, kurasa hal yang sama.
Entah apa namanya.

#WriteEveryday41
10 Februari 2018
Aeninuraa

Jumat, 09 Februari 2018

Kehilangan

Pantaskah merasa kehilangan pada apa yang bukan milikku?
Haruskah merasa sesak dalam qalbu?
Sementara, kehilangan ini sebenarnya bukanlah kehilangan.
Hanya memberi sekat yang tak nampak.
Merangkai kebaikan dalam jarak.
Aku saja yang lemah.
Aku saja yang terlalu perasa.

Harusnya aku belajar kepada hujan.
Hujan tetap kembali meski ia telah jatuh berulang kali.
Mengapa? Sebab ia taat kepada-Nya.
Aku pun harusnya menyadari.
Kehilangan hanya rasa.
Ikhlas adalah sebaik-baik jalannya.

Ada kehilangan yang harusnya lebih kutakutkan.
Kehilangan hidayah yang tak mudah didapatkan.

Yaamuqolibul qulub tsabit qolbi 'alaa dinik.

#WriteEveryday40
09 Februari 2018
Aeninuraa

Kamis, 08 Februari 2018

Antara Jarak dan Waktu

Aku berusaha tegar bersama jarak dan waktu
Di balik rinai sendu
Entah mengapa terasa beku
Sebeku hatimu

Antara jarak dan waktu
Bisakah hentikan perdebatan itu?
Meredam ego sedikit saja
Menyamarkan segala rasa

Jarak ini sudah jauh rasanya
Usah ditambah lagi jauhnya
Waktu ini sudah cukup lama
Usah ditambah lagi dengan drama

Cukuplah, antara jarak dan waktu ada kita
Kita saja, tanpa dia atau mereka

#WriteEveryday39
08 Februari 2018
Aeninuraa

Rabu, 07 Februari 2018

Masa Depan

Masa depan. Akankah usia ini sampai pada masa itu? Hanya Allah yang tahu. Tugasku saat ini adalah mempersiapkannya, berusaha mencapai masa depan yang baik dengan jalan yang baik.

Bicara tentang masa depan tak lepas dari masalah karir dan pasangan. Terkadang, kedua hal itu begitu sering kukhawatirkan. Padahal yang harus kukhawatirkan adalah masa depan yang sesungguhnya. Kehidupan setelah kematian.

Wahai diri, dunia ini hanya persinggahan, bukan tujuan. Dunia ini hanya sementara, akhirat adalah selamanya. Jangan terlena, jangan lupa tempat kembali hanya kepada-Nya.

#WriteEveryday38
07 Februari 2018
Aeninuraa

Selasa, 06 Februari 2018

Hujan di Februari

Gemercik hujan masih terdengar nyaring di telinga.
Sedari pagi, hujan hanya reda sebentar saja.
Dan Februari, kini kutemui lagi.
Bersama dingin sepanjang hari.

Hujan di Februari.
Semua harus disyukuri.
Kalaupun ada musibah, itu adalah peringatan.
Agar tetap tabah dalam ujian.

Hujan di Februari.
Kali ini aku masih sendiri.
Harapku sederhana.
Semoga tak ada hujan air mata.

#WriteEveryday37
06 Februari 2018
Aeninuraa

Senin, 05 Februari 2018

Separuh Luka

Hidup ini tak selalu mudah, pun tak selamanya susah.
Memang ada masanya kita di bawah.
Merasa diri sangat lemah.
Namun, bukan berarti kita boleh menyerah.

Terkadang, kelemahan bisa menjadi sumber kekuatan.
Terkadang, apa yang menyakitkan menjadi jalan memupuk ketegaran.

Cukup aku bersama separuh luka.
Cukup aku yang merasakannya.
Berikan mereka bahagia.
Jangan ada lagi separuh luka.

#WriteEveryday36
05 Februari 2018
Aeninuraa

Minggu, 04 Februari 2018

Tanpa Judul

Entahlah, biar saja tulisan kali ini tanpa judul karena sebenarnya aku tak tahu akan menulis tentang apa.

Apa ya? Pikiran yang tidak jelas memikirkan apa? jadi bingung baiknya menulis apa? Memang ada satu hal yang membuat moodku berantakan hari ini. Dan aku harus menata ulang semuanya sendiri.

Cukuplah, itu saja.

#WriteEveryday35
04 Februari 2018
Aeninuraa

Hari Bahagiamu

Di hari bahagiamu, aku tak bisa datang. Tak bisa menemani sebab ada hal lain yang kuprioritaskan. Kondisi kesehatanku pun tak memungkinkan. Padahal kata seseorang, saat itu adalah waktu yang tepat untuk bertemu dengan keluargamu.

Ya, mungkin Allah punya rencana lain yang lebih baik menurut-Nya. Mungkin tidak sekarang tapi suatu hari nanti, semoga.

Aku terlalu berharap kepadamu? Tidak, kali ini aku tak berharap kepadamu. Kurangkai semua harapku kepada-Nya, agar jika apa yang terjadi tak sesuai harapanku, aku tak kecewa. :)

#WriteEveryday34
03 Januari 2018
Aeninuraa

Jumat, 02 Februari 2018

Bersyukur

Alhamdulillah 'ala kulli hal.
Bersyukur dalam setiap keadaan adalah kunci ketenangan, namun terkadang kita lupa. Terkadang kita lalai. Aku pun begitu, lebih sering lalai daripada taat. Lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Astaghfirullohaladzim.

Hari ini, Allah memberikan sakit kepadaku. Semoga ini jadi penggugur dosa-dosaku. (Aamiin)
Sebenarnya ada tugas yg belum kutuntaskan, namun dengan keadaan saat ini mungkin Allah ingin aku istirahat.

Alhamdulillah 'ala kulli hal. Sakit ini tak seberapa dibandingkan dengan limpahan kasih sayang-Nya. :')

#WriteEveryday33
02 Februari 2018
Aeninuraa

Kamis, 01 Februari 2018

Pilihan

Kemarin malam, sebuah nama muncul di layar handphoneku dengan tanda panah merah yang menunjukkan bahwa itu adalah panggilan tak terjawab. Kaget namun bercampur bahagia, sebab kamu menghubungiku dan itu artinya ada hal penting yang ingin kamu bicarakan.

Aku terdiam sejenak sampai akhirnya kuputuskan meneleponmu, satu kali tak diangkat, kedua kalinya barulah kudengar suaramu di seberang sana.

Hanya sembilan belas menit dua puluh enam detik waktu percakapan yang ada, namun rasanya apa yang dibahas cukup panjang karena sempat ada perdebatan antara kita.

Pada akhirnya aku tahu, aku hanyalah salah satu dari sekian pilihan yang ada untukmu. Aku bukan satu-satunya. Ah jangankan satu-satunya, berarti pun tidak. Bagimu, semua tentangku biasa saja.

Aku berusaha pasrah saat ini, bukan menyerah. Namun belajar menerima kenyataan bahwa aku memang bukan siapa-siapa. Aku tak tahu,  siapa pilihanmu nanti? Biarlah itu semua adalah ketetapan-Nya yang harus kuterima suatu hari nanti.

#WriteEveryday32
01 Februari 2018
Aeninuraa

Rabu, 31 Januari 2018

Sampai Jumpa Januari

Waktu terasa cepat berlalu, sudah kutemui lagi tanggal tiga puluh satu.
Dan ini adalah tulisan ketiga puluh satuku. Tulisan-tulisan singkat yang sederhana. Entah bermakna atau tidak.

Di bulan ini, banyak hal yang terjadi tanpa kuduga sebelumnya. Di bulan ini pula banyak ujian yang cukup menguras pikiran dan tenaga. Tak semuanya bisa kuuraikan lewat kata.

Terlepas dari itu semua, aku bersyukur bisa sampai di hari ini. Hari terakhir di bulan Januari. Sampai jumpa Januari, semoga kita bisa berjumpa lagi dan saat itu aku sudah tak sendiri. Aamiin. :)

#WriteEveryday31
31 Januari 2018
Aeninuraa

Selasa, 30 Januari 2018

Penghujung Januari

Bersama Januari yang kan segera berlalu.
Aku masih di sini menatap jejak langkah yang kian jauh.
Ada sendu yang masih tersisa.
Ada rindu yang belum usai.
Kusadari, apa yang datang belum tentu menjadi masa depan.
Apa yang pergi belum tentu kembali.
Dan yang bertahan pun belum tentu menjadi pilihan.
Semua tak lepas dari ketetapan-Nya.
Semoga pilu ini cukup sampai di penghujung Januari.
Esok dan seterusnya?
Aku akan lebih tegar dari hari ini.

#WriteEveryday30
30 Januari 2018
Aeninuraa

Senin, 29 Januari 2018

Lelah

Saat ini aku tiba di titik lelah.
Namun bukan untuk menyerah.
Aku hanya butuh pijakan, butuh sandaran.
Sejenak saja.
Nyatanya kini memang belum ada.
Dan aku harus bisa lewati ini semua.
Semangat.

#WriteEveryday29
29 Januari 2018
Aeninuraa

Sepotong Rindu

Berkali-kali menatap layar empat inci.
Berharap sebuah nama muncul pada kotak obrolan.
Nyatanya hanya bersisa harap.
Tak ada lagi akses untuk berkomunikasi.
Ada sepotong rindu yang kau tinggalkan di sini.
Katamu, boleh rindu.
Rindu saja, tak perlu berkata.

#WriteEveryday28
28 Januari 2018
Aeninuraa

Sabtu, 27 Januari 2018

Catatanku

Perjuangan ini baru dimulai.
Masih banyak tangga yang harus kulewati.
Masih banyak tugas yang harus kutuntaskan.
Lelah kadang menyapa, namun bukan berarti aku bisa berhenti.
Aku harus tetap berdiri.
Melangkah tanpa menyerah.
Mewujudkan cita-cita.

#WriteEveryday27
27 Januari 2018
Aeninuraa

Jumat, 26 Januari 2018

Masih Ada Kamu

Malam ini imajinasiku melambung tinggi. Entah kenapa pada akhirnya tetap kamu yang kutuju.

Aku merasa aku butuh kamu saat ini, tapi menurut Allah bukan itu yang kubutuhkan. Menurut-Nya tak berkomunikasi denganmu adalah lebih baik. Rasanya berat, tapi aku harus bisa.

Sebenarnya aku tak tahu apa yang harus kutulis hari ini. Aku ingin tetap menulis walaupun hanya sedikit.

Maaf, aku masih membawa kamu dalam tulisanku sebab masih ada kamu di pikiranku.

#WriteEveryday26
26 Januari 2018
Aeninuraa

Kamis, 25 Januari 2018

Melepaskan

Ada kalanya kita harus melepas apa yang kita genggam.
Bukan menyerah, namun ada beberapa hal yang tak dapat kita paksakan.

Melepaskan sesuatu yang sempat tertaut memang berat.
Bisa jadi ada luka.
Namun lihat sisi baiknya.

Aku melepaskan segalanya kepada-Nya.
Aku yakin rencana-Nya lebih indah.

#WriteEveryday25
25 Januari 2018
Aeninuraa

Telat Posting

Dan lagi-lagi aku telat posting karena terlalu asyik di depan laptop. Eh bukan terlalu asyik sebenarnya, tapi karena mengejar target deadline. :'D

Ya, kuakui aku belum bisa menulis secara konsisten. Management waktuku masih belum teratur. Tapi bukan berarti aku bisa menyerah begitu saja, aku ingin terus berusaha menulis setiap hari. Walaupun mungkin tulisanku belum bermanfaat bagi orang lain, setidaknya tulisanku bermanfaat bagi diriku sendiri dan tidak merugikan orang lain.

Hari ini sungguh luar biasa, banyak hal yang tak kukira. Tulisan ini kuharap bisa menjadi pengingat, khususnya bagi diriku sendiri bahwa betapa besar kasih sayang Allah kepada setiap hamba-Nya.

Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, selalu ada hal baik dari setiap ketetapan-Nya, selalu ada cinta di balik ujian dari-Nya.

Aku hanya seorang pendosa, namun Allah selalu melindungiku dengan kasih sayang-Nya. Allah selalu ada untukku meski terkadang aku lalai dari mengingat-Nya.
Astaghfirullohaladzim.
Yaa Muqolibul qulub tsabit qolbi 'alaa diinik. (Aamiin)

#WriteEveryday24
24 Januari 2018 (+24 menit)
Aeninuraa

Rabu, 24 Januari 2018

Tengah Malam

Saat orang lain terlelap, aku baru saja bangun dari tidurku. Hanya beberapa jam namun bisa mengembalikan konsentrasiku. Aku sengaja bangun tengah malam, demi tugas akhir yang harus segera kutuntaskan.

Satu Minggu ke belakang, aku terlalu larut dalam kegamanganku. Maka, mulai malam ini harus kubayar semuanya. Sangat terlambat memang, terlambat dari target awalku. Namun masih ada waktu, maka aku akan berjuang. Aku harus yakin aku bisa. InsyaAllah, atas izin-Nya aku bisa.

Semangat!

#WriteEveryday23
Telat posting, 23 Januari 2018 (+5 menit)
Aeninuraa

Senin, 22 Januari 2018

Terima kasih Sahabat

Sahabat, terima kasih selalu menjadi penguat kala rapuhku.
Engkau tunjukkan arah dalam bimbangku.
Kau menjadi penerang dalam samarku.
Sahabat, meski raga kita tak selalu bertemu.
Namamu lekat dalam do'a-do'aku.
Kubersyukur mengenalmu.
Takkan kulupakan semua kebaikanmu.

#WriteEveryday22
22 Januari 2018
Aeninuraa

Minggu, 21 Januari 2018

Patah

Ada yang patah.
Kali ini, benar-benar patah.
Namun kucoba menyeka air mata.
Sebab banyak hal yang harus kulakukan demi cita-cita.
Ya Allah, mungkin ini jalan terbaik dari-Mu.
Sebab ikhtiarku telah keliru.

Hari ini boleh jadi patah, namun tidak dengan esok hari.
Ada jalan lain yang lebih baik, dengan sabar dan shalat.

Sabar ya, itu pesannya.

#WriteEveryday21
Patah, 21 Januari 2018
Aeninuraa

Simpan Sendiri

Sakit tapi tak berdarah.
Luka tapi tak nampak.
Dikatakan pun belum tentu dipahami.
Sudahlah, biar ku simpan sendiri.

#WriteEveryday
20 Januari 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Menahan Kantuk

Dingin sekali malam ini, sedingin sikapmu.

Dan lagi-lagi, harus menahan kantuk demi menuntaskan revisi.

Malam-malam yang lalu kemana saja?

Sama, menahan kantuk juga tapi bukan bersama tugas yang ini.

Tingkat akhir harus kuat menahan kantuk dan menahan rindu karena aktivitas padat membuat sulit bertemu.

Rindu kepada siapa? Bertemu dengan siapa?

Rindu untuk tidur di awal waktu dan bertemu selimut hangat penawar lelahku.

#WriteEveryday19
Dingin, 19 Januari 2018
Aeninuraa

Kamis, 18 Januari 2018

Pentingkah Aku?

Aku tak tahu seberapa penting posisiku dalam hidupmu. Kadang aku ingin bertanya, pentingkah aku?

Ada sesak setiap kali kusadari bahwa nyatanya hadirku tak pernah istimewa, bagimu semua biasa saja.

Namun, mengapa kadang ingin ada temu? Mengapa seperti tak mau jauh? Pentingkah aku?

Mungkin dari awal aku memang keliru memaknai semuanya. Aku terlalu perasa sementara bagimu tak berarti apa-apa.

Baiklah, kali ini aku belajar pasrah. Melepaskan semuanya meski tak mudah. Penting ataupun tidak aku bagimu? Mungkin baiknya aku tak perlu tahu.

#WriteEveryday18
18 Januari 2018
Aeninuraa

Rabu, 17 Januari 2018

Tugas

Kepada udara yang semakin dingin, sampaikan salamku kepada angin.
Usah berhembus terlalu kencang.
Berdamailah, kali ini saja.
Kepada malam yang semakin larut, temani aku menahan kantuk.
Bersama segelas kopi yang telah habis kuteguk.
Bukan maksud untuk tak memberi hak istirahat bagi tubuh ini.
Namun setumpuk tugas memaksaku untuk menahan waktu tidur malam ini.

#WriteEveryday17
17 Januari 2018
Aeninuraa

Januariku

Dua tahun yang lalu, tepat tanggal 16 Januari semua dimulai. Hal-hal sederhana yang dilakukan namun penuh makna. Bagiku membekas hingga saat ini, hanya bagiku.

Hari terus berganti, jatuh bangun berulangkali. Mencoba membentangkan jarak, sampai pada tanggal 05 Agustus Allah beri petunjuk.

Semua ternyata tak berhenti di sana, bulan-bulan berikutnya banyak ujian yang harus kulewati. Terasa lebih sulit dari sebelumnya, namun pada akhirnya aku bisa melewatinya.

Tanggal 14 April kembali kudapati rencana-Nya yang tak pernah kukira. Bahagia? Tentu saja.

Selanjutnya 24 Desember menyisakan kenangan paling berkesan. Aku tak tahu apakah itu akhir atau justru permulaan.

Saat ini sudah kulewati 16 Januariku yang kedua. Apa kamu sudah benar-benar lupa? Entahlah. Jika saja aku bisa semudah itu "lupa".

#WriteEveryday16
Ingin lupa
16 Januari 2018
Aeninuraa

Senin, 15 Januari 2018

Jarak

Aku masih di sini bersama jarak.
Berdiri di sini tanpa beranjak.
Namun engkau?
Semakin jauh dan hampir tak nampak.
Barangkali aku harus belajar menerima.
Kenyataan, kadang memang tak sejalan dengan harapan.
Realita tak selalu sama dengan keinginan.
Aku harus bisa.
Melepasmu secara perlahan, meski harus berjuang melawan kesakitan.

#WriteEveryday15
15 Januari 2018
Aeninuraa

Takkan Terlupakan

Hari yang berkesan.
Sederhana namun istimewa.
Semua beban terasa lepas.
Sebab canda dan tawa.
Bahagia, alhamdulillah.
Hari ini, aku takkan lupa.
Kebersamaan kita.
Kelas B2 Matematika.
Bukan sekedar teman suka.
Kita adalah keluarga.
Semoga tahun ini kita lulus sama-sama. (Aamiin)

#WriteEveryday14
Telat posting
14 Januari 2018 (+38menit)
Aeninuraa

Sabtu, 13 Januari 2018

Titik Lelah

Saat di titik lelahku, kuingin engkau ada.
Namun nyatanya tak ada.
Terlalu mengharap.
Sakit jua akhirnya.

Aku harus berhenti dari imajinasiku.
Tentangmu.
Aku harus lupa.
Seperti kau yang juga lupa.

#WriteEveryday13

13 Januari 2018
Aeninuraa

Ujian Sebelum Ujian

Ujian sebelum ujian?
Saat menyelesaikan tugas akhir, bagiku itulah ujian yang sesungguhnya sebab menguras segalanya, tenaga, pikiran, dan emosi. Ujian kesabaran.

Ujian akhir di semester 7 ini bagiku mungkin yang paling kurang persiapan. Ada penyesalan sebab aku belum bisa mengatur waktu dengan baik. Belum tegas terhadap diri sendiri.

Ya, aku tahu hal ideal yang harus kulakukan dan aku masih jauh dari itu semua. Tapi yang sudah berlalu, ya sudahlah. Kita tidak bisa memutar waktu. Proses menuju baik itu sepanjang hayat. Semoga aku bisa menjadi lebih bermanfaat.

#WriteEveryday12
Telat posting, 12 Januari 2018 (+1jam)
Aeninuraa