Rabu, 28 Februari 2018

Yang Paling Dekat

Hari ini berita bahagia sekaligus berita duka datang bergantian. Berita bahagia karena salah satu sahabatku akan menempuh hidup baru, sementara berita duka datang dari salah satu dosenku.

Tak pernah terkira sebelumnya, begitulah kematian. Bisa tiba kapan saja, dimana saja, dan kapan saja.

Benar ya, yang paling dekat adalah kematian. Tak bisa kita hindari walau bersembunyi di belahan bumi manapun. Tak mengenal tua ataupun muda. Semua sudah Allah tentukan waktu hidup-Nya.

#WriteEveryday59
28 Februari 2018
Aeninuraa

Selasa, 27 Februari 2018

Jika Bukan Aku

Penghujung bulan Februari telah tiba, sebentar lagi bulan kan berganti. Semoga usiaku sampai pada saat itu.

Jika bukan aku yang menjadi pilihan, aku harus terima. Jika bukan aku yang menjadi alasan berjuang, saat ini aku harus belajar mengikhlaskan.

#WriteEveryday58
27 Februari 2018
Aeninuraa

Senin, 26 Februari 2018

Sabar

Sabar itu mudah diketik dengan jemari.
Mudah diucapkan dengan lisan.
Namun, tak mudah dilakukan.

Sabar adalah perasaan.
Bukan soal berapa kali dikatakan. Namun, bagaimana mengendalikan hati dan pikiran.

Sabar adalah sebaik-baik penawar.
Saat amarah menghampiri, saat ujian datang berulangkali.

Sabar, sabarlah diriku.

#WriteEveryday57
26 Februari 2018
Aeninuraa

Minggu, 25 Februari 2018

La Tahzan

Ada yang harus tersimpan dalam diam.
Ada yang harus terkunci bersama malam.
Ada yang tak perlu diungkapkan lewat kata.
Cukup dirasakan saja.
La Tahzan, kamu kuat bersama-Nya.
La Tazan, sekali lagi La Tahzan.

#WriteEveryday56
25 Februari 2018
Aeninuraa

Sabtu, 24 Februari 2018

Renungan

Aku telah lena dalam luang waktu
Terlalu mengharap pada apa yang belum tentu menjadi takdirku
Aku malu
Terlalu larut dalam anganku
Sadarilah wahai hati
Ini semua hanya membuang waktu
Harusnya tak perlu berharap lagi
Lapangkan hati seluas samudera
Kuatkan diri melebihi baja
Ikhlaskan sejak saat ini juga

#WriteEveryday55
24 Februari 2018
Aeninuraa


Jumat, 23 Februari 2018

Selalu Ada Hikmah

Ada hikmah di balik setiap kejadian.
Hari ini mungkin kau menangis, namun esok bisa jadi kau tersenyum bahagia.
Kehidupan ini dinamis, berubah-ubah.
Sesuai dengan ketetapan-Nya.

Jika suatu hal yang terjadi dalam hidup kita tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tetaplah yakin dengan rencana terbaik-Nya.
Selalu ada hikmah di balik setiap hal yang menimpa diri kita.
Terus berusaha berbaik sangka meski diri lebih sering lalai.
Berusaha menghadapi kenyataan dengan rasa damai.

Selalu ada hikmah pada setiap hal, sekalipun hal itu terasa menyakitkan bagi kita.
Semakin sabar, semakin Allah sayang.
Semakin tegar, semakin Allah kuatkan kita.
Semoga.

#WriteEveryday54
23 Februari 2018
Aeninuraa

Kamis, 22 Februari 2018

Siap Sakit Hati?

Beberapa rencana telah terucap, aku berusaha pasrah pada kehendak-Nya. "Siap sakit hati?" Saat pertanyaan itu muncul, ada sesak yang menyeruak. Namun kucoba menguatkan diri dengan berkata, "Ya, harus siap dengan kemungkinan apa pun yang terjadi. Termasuk sakit hati."

Hanya bisa berikhtiar dan berdo'a. Hasilnya biar Allah yang menentukan. Serahkan segala urusan kepada-Nya, hanya kepada-Nya. Harus yakin bahwa sebaik-baik rencana adalah rencana-Nya.

Laa tahzan, innallaha ma'anaa.

#WriteEveryday53
22 Februari 2018
Aeninuraa

Rabu, 21 Februari 2018

Jarak

"Bisakah bertahan saat ombak menerpa?" Ulangi, sebenarnya pertanyaan yang tepat adalah "Maukah bertahan saat ombak menerpa?" Bisa atau tidak bisa itu relatif, sementara mau atau tidak mau tergantung niat dan keinginan dalam hati.

Jarak ini kuyakini telah Allah gariskan sebagai ketetapan terbaik-Nya. Namun, memang pada dasarnya manusia itu lemah. Termasuk aku yang lebih sering berkeluh kesah.

Hingga saat ini, aku telah berusaha untuk berdamai dengan jarak. Meski nyatanya kadang aku kalah. Sebab tak dapat kupungkiri bahwa rasa khawatir itu ada. Tak nampak namun cukup menyita pikiran dan perasaan.

Pada akhirnya, penawar segala risau dalam jarak adalah do'a. Do'a terbaik dalam penghujung sujud di hadapan-Nya.

#WriteEveryday52
21 Februari 2018
Aeninuraa

Selasa, 20 Februari 2018

Teguran Lagi

Aku memang belum bisa mengendalikan pikiran dan perasaan dengan sebaik-baiknya. Aku belum bisa menjaga jempol ini dengan sebaik-baiknya. Hari ini kudapat teguran itu lagi, teguran dengan masalah yang sama.

Bagaimana jika kamu membaca tulisanku? Entahlah. Mungkin bukan teguran lagi yang kudapat.

Saat ini aku merasa bahwa aku memang tak punya ruang istimewa dalam hidupmu. Aku harus belajar menata semuanya sendiri. Aku harus bisa.

Terima kasih telah peduli dan menyadarkanku bahwa hidup ini bukan sekedar teori dan mimpi, namun kenyataan yang harus dihadapi.

#WriteEveryday51
20 Februari 2018
Aeninuraa

Senin, 19 Februari 2018

Bolehkah Rindu?

Rintik hujan masih mengisi kesunyian malam ini
Teringat seseorang di sana
Puluhan kilometer jarak kita
Semakin bertambah tanpa saling sapa
Entah, tak banyak kata yang bisa kuurai
Hanya ingin bertanya
Bolehkah rindu?

#WriteEveryday50
19 Februari 2018
Aeninuraa

Minggu, 18 Februari 2018

Kepada Engkau yang Masih Rahasia

Dengan nama Allah, kurangkai kata ini untukmu.
Kepada engkau yang masih rahasia, aku di sini menantimu. Menanti engkau datang menjemputku menjadi kekasih halalmu. Aku memang belum tahu siapa kamu, aku belum tahu apakah kita sudah saling kenal atau justru sama sekali belum pernah bertemu. Namun, kupasrahkan semua itu kepada-Nya. InsyaAllah.

Kepada engkau yang masih rahasia, kelak jika tiba masanya Allah mempertemukan kita, semoga engkau bisa menerimaku, menerima segala yang ada pada diriku termasuk masa laluku. Begitu pun dengan aku, aku akan menerima segala yang ada pada dirimu. Aku tak menginginkan sosok yang sempurna, aku ingin kita saling melengkapi.

Kepada engkau yang masih rahasia, ketahuilah bahwa aku hanya wanita biasa. Aku tak pandai merias diri, aku belum pandai memasak, dan sangat kurang dalam ilmu agama. Semoga kelak kau mau membimbingku dan membangun keluarga kecil bersama-sama.

#WriteEveryday49
18 Februari 2018
Aeninuraa

 

Sabtu, 17 Februari 2018

Ayat-ayat Cinta 2

Wahai malam, aku masih di sini menikmati untaian kata karya penulis ternama. Aku larut dalam cerita, terpesona dengan kesetiaan Fahri kepada Aisha. Sungguh, aku kagum kepada penulisnya dan tentu lebih kagum lagi kepada-Nya.

Membaca novel ini membuatku sadar betapa kurangnya ilmu agamaku. Aku belum sampai setengahnya membaca novel ini, namun aku sudah jatuh cinta sejak membaca sub judul pertama.

Sesuai dengan judulnya, ayat-ayat cinta. Novel ini penuh dengan cinta. Bukan sekedar cinta antara sesama manusia, namun lebih dari itu. Cinta seorang hamba kepada Penciptanya.

Aku rasa, novel ini benar-benar lengkap meskipun aku belum menuntaskan membacanya. Banyak hikmah dan ilmu yang bisa diambil. Semua kalimatnya begitu indah dan menarik. Aku akan menyelesaikan membacanya. Segera.

#WriteEveryday48
17 Februari 2018
Aeninuraa

Jumat, 16 Februari 2018

Jawaban ataukah Ujian?

Tak ingin menerka-nerka, namun hati bertanya.
Ini jawaban ataukah ujian?
Sungguh bahagia jika mimpiku menjadi kenyataan.

Takkan ada lagi sendu.
Takkan ada lagi ragu.
Namun semua butuh waktu.

Jawaban ataukah ujian?
Mungkin hanya Allah yang tahu.
Aku hanya perlu menunggu.

Menunggu yang bukan sekedar menunggu.
Menunggu bersama langkah ke tempat yang kutuju.

#WriteEveryday47
16 Februari 2018
Aeninuraa

Kamis, 15 Februari 2018

Jadilah Tangguh

Ketika tak ada seorang pun yang menemani padahal saat itu kau butuh teman, jadilah tangguh.
Ketika tak ada satu pun yang mengerti keadaanmu padahal kau sudah berusaha menjelaskan, jadilah tangguh.
Terkadang tak ada yang bisa menguatkan selain dirimu sendiri.
Terkadang tak ada yang bisa kau andalkan selain perjuanganmu sendiri.
Jadilah tangguh bersama-Nya.
Tetaplah yakin pada rencana baik-Nya.
Dia tak pernah meninggalkanmu.
Dia selalu ada untukmu.

#WriteEveryday46
15 Februari 2018
Aeninuraa

Rabu, 14 Februari 2018

Setitik Cahaya

Hanya setitik cahaya
Tak seindah mutiara
Tak secantik permata
Pengabaian itu sungguh wajar
Setitik cahaya bukan bintang yang bersinar

Ada do'a dalam kata
Ada asa dalam lantunan do'a
Bukan sekedar angan-angan
Namun segala niat dan harapan
Hanya kepada-Nya dipanjatkan

Setitik cahaya biarlah bias
Usah menembus segala batas
Usah menampakkan diri
Yakin ada jalan kembali
Jika Allah menghendaki

#WriteEveryday45
14 Februari 2018
Aeninuraa

Selasa, 13 Februari 2018

Yang Terindah dari Perpisahan

Mengikhlaskan adalah hal yang terindah dari perpisahan. Sebab padanya ada kerelaan melepaskan. Pasrah pada segala yang Dia tetapkan.

Tak mudah menempuh jalan ini, namun yakini bahwa Allah selalu ada, Allah selalu bersama kita.

Perpisahan ini bukanlah akhir, perpisahan ini hanya kepingan fase kehidupan yang harus dilewati.

Yang terindah dari perpisahan setelah mengikhlaskan adalah sebuah pertemuan, pertemuan dalam ridho-Nya.

#WriteEveryday44
13 Februari 2018
Aeninuraa

Senin, 12 Februari 2018

Lepaskan

Kini aku mengerti bahwa dari mereka yang datang, hanya sedikit yang bisa bertahan. Mereka yang hadir tak selamanya bisa menemani. Beberapa ada yang menyerah lalu memilih pergi. Sudah jalannya memang, karena tak ada yang abadi di dunia ini. Maka lepaskanlah.

Orang-orang yang sempat hadir dalam hidup kita mungkin menyisakan kenangan, entah baik maupun buruk cukuplah disimpan sebagai kenangan.

Melepaskan barangkali sama sulitnya dengan mempertahankan. Namun jangan pernah menyimpan duri dalam genggaman. Berpikirlah secara rasional, sebab hidup bukan hanya tentang hati dan perasaan.

Tulisan ini tak bermaksud menggurui, ini hanya sebatas pengingat diri.

#WriteEveryday43
12 Februari 2018
Aeninuraa

Minggu, 11 Februari 2018

Tingkat Akhir 2

Setiap orang telah Allah tentukan kebahagiaan dan ujiannya masing-masing. Kata orang, di tingkat akhir ini ada banyak ujian dan godaan yang menghampiri setiap mahasiswa tingkat akhir. Padahal sebenarnya, ujian itu memang selalu ada pada setiap fase kehidupan kan?

Mungkin karena aku sedang menempuh masa-masa tingkat akhir ini, barulah aku benar-benar merasakan apa yang orang-orang katakan itu. Setiap tahapnya memang tak mudah, ada banyak faktor yang mempengaruhi mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan tugas akhirnya.

Beberapa faktor yang aku rasakan cukup berpengaruh dalam menyusun tugas akhir/skripsi adalah niat dari diri sendiri, management waktu, dosen pembimbing, dan teman-teman seperjuangan.

Alhamdulillah, aku bersyukur dengan proses yang telah kutempuh hingga saat ini. Management waktuku masih belum baik, tapi Allah hadirkan orang-orang baik dalam proses ini. Janji Allah sungguh benar, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Alhamdulillah, selalu yakin kepada-Nya. Segala rencana terbaik-Nya.

Masih banyak tahap yang harus kuhadapi. Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan dan kelancaran untuk semuanya. Aamiin.

#WriteEveryday42
11 Februari 2018
Aeninuraa

Sabtu, 10 Februari 2018

Hampir Lupa

Hampir lupa, hari ini aku belum posting. :')
Dan tengah malam, barulah ingat dan menyempatkan mengetik beberapa diksi ini.
Hari ini hari yang luar biasa.
Mengapa?
Ada hal yang membuat pikiranku agak kacau.
Ada sesuatu yang tak bisa kuuraikan di sini.
Hari ini juga luar biasa, sebab tanpa saling sapa.
Dan lagi, kurasa hal yang sama.
Entah apa namanya.

#WriteEveryday41
10 Februari 2018
Aeninuraa

Jumat, 09 Februari 2018

Kehilangan

Pantaskah merasa kehilangan pada apa yang bukan milikku?
Haruskah merasa sesak dalam qalbu?
Sementara, kehilangan ini sebenarnya bukanlah kehilangan.
Hanya memberi sekat yang tak nampak.
Merangkai kebaikan dalam jarak.
Aku saja yang lemah.
Aku saja yang terlalu perasa.

Harusnya aku belajar kepada hujan.
Hujan tetap kembali meski ia telah jatuh berulang kali.
Mengapa? Sebab ia taat kepada-Nya.
Aku pun harusnya menyadari.
Kehilangan hanya rasa.
Ikhlas adalah sebaik-baik jalannya.

Ada kehilangan yang harusnya lebih kutakutkan.
Kehilangan hidayah yang tak mudah didapatkan.

Yaamuqolibul qulub tsabit qolbi 'alaa dinik.

#WriteEveryday40
09 Februari 2018
Aeninuraa

Kamis, 08 Februari 2018

Antara Jarak dan Waktu

Aku berusaha tegar bersama jarak dan waktu
Di balik rinai sendu
Entah mengapa terasa beku
Sebeku hatimu

Antara jarak dan waktu
Bisakah hentikan perdebatan itu?
Meredam ego sedikit saja
Menyamarkan segala rasa

Jarak ini sudah jauh rasanya
Usah ditambah lagi jauhnya
Waktu ini sudah cukup lama
Usah ditambah lagi dengan drama

Cukuplah, antara jarak dan waktu ada kita
Kita saja, tanpa dia atau mereka

#WriteEveryday39
08 Februari 2018
Aeninuraa

Rabu, 07 Februari 2018

Masa Depan

Masa depan. Akankah usia ini sampai pada masa itu? Hanya Allah yang tahu. Tugasku saat ini adalah mempersiapkannya, berusaha mencapai masa depan yang baik dengan jalan yang baik.

Bicara tentang masa depan tak lepas dari masalah karir dan pasangan. Terkadang, kedua hal itu begitu sering kukhawatirkan. Padahal yang harus kukhawatirkan adalah masa depan yang sesungguhnya. Kehidupan setelah kematian.

Wahai diri, dunia ini hanya persinggahan, bukan tujuan. Dunia ini hanya sementara, akhirat adalah selamanya. Jangan terlena, jangan lupa tempat kembali hanya kepada-Nya.

#WriteEveryday38
07 Februari 2018
Aeninuraa

Selasa, 06 Februari 2018

Hujan di Februari

Gemercik hujan masih terdengar nyaring di telinga.
Sedari pagi, hujan hanya reda sebentar saja.
Dan Februari, kini kutemui lagi.
Bersama dingin sepanjang hari.

Hujan di Februari.
Semua harus disyukuri.
Kalaupun ada musibah, itu adalah peringatan.
Agar tetap tabah dalam ujian.

Hujan di Februari.
Kali ini aku masih sendiri.
Harapku sederhana.
Semoga tak ada hujan air mata.

#WriteEveryday37
06 Februari 2018
Aeninuraa

Senin, 05 Februari 2018

Separuh Luka

Hidup ini tak selalu mudah, pun tak selamanya susah.
Memang ada masanya kita di bawah.
Merasa diri sangat lemah.
Namun, bukan berarti kita boleh menyerah.

Terkadang, kelemahan bisa menjadi sumber kekuatan.
Terkadang, apa yang menyakitkan menjadi jalan memupuk ketegaran.

Cukup aku bersama separuh luka.
Cukup aku yang merasakannya.
Berikan mereka bahagia.
Jangan ada lagi separuh luka.

#WriteEveryday36
05 Februari 2018
Aeninuraa

Minggu, 04 Februari 2018

Tanpa Judul

Entahlah, biar saja tulisan kali ini tanpa judul karena sebenarnya aku tak tahu akan menulis tentang apa.

Apa ya? Pikiran yang tidak jelas memikirkan apa? jadi bingung baiknya menulis apa? Memang ada satu hal yang membuat moodku berantakan hari ini. Dan aku harus menata ulang semuanya sendiri.

Cukuplah, itu saja.

#WriteEveryday35
04 Februari 2018
Aeninuraa

Hari Bahagiamu

Di hari bahagiamu, aku tak bisa datang. Tak bisa menemani sebab ada hal lain yang kuprioritaskan. Kondisi kesehatanku pun tak memungkinkan. Padahal kata seseorang, saat itu adalah waktu yang tepat untuk bertemu dengan keluargamu.

Ya, mungkin Allah punya rencana lain yang lebih baik menurut-Nya. Mungkin tidak sekarang tapi suatu hari nanti, semoga.

Aku terlalu berharap kepadamu? Tidak, kali ini aku tak berharap kepadamu. Kurangkai semua harapku kepada-Nya, agar jika apa yang terjadi tak sesuai harapanku, aku tak kecewa. :)

#WriteEveryday34
03 Januari 2018
Aeninuraa

Jumat, 02 Februari 2018

Bersyukur

Alhamdulillah 'ala kulli hal.
Bersyukur dalam setiap keadaan adalah kunci ketenangan, namun terkadang kita lupa. Terkadang kita lalai. Aku pun begitu, lebih sering lalai daripada taat. Lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Astaghfirullohaladzim.

Hari ini, Allah memberikan sakit kepadaku. Semoga ini jadi penggugur dosa-dosaku. (Aamiin)
Sebenarnya ada tugas yg belum kutuntaskan, namun dengan keadaan saat ini mungkin Allah ingin aku istirahat.

Alhamdulillah 'ala kulli hal. Sakit ini tak seberapa dibandingkan dengan limpahan kasih sayang-Nya. :')

#WriteEveryday33
02 Februari 2018
Aeninuraa

Kamis, 01 Februari 2018

Pilihan

Kemarin malam, sebuah nama muncul di layar handphoneku dengan tanda panah merah yang menunjukkan bahwa itu adalah panggilan tak terjawab. Kaget namun bercampur bahagia, sebab kamu menghubungiku dan itu artinya ada hal penting yang ingin kamu bicarakan.

Aku terdiam sejenak sampai akhirnya kuputuskan meneleponmu, satu kali tak diangkat, kedua kalinya barulah kudengar suaramu di seberang sana.

Hanya sembilan belas menit dua puluh enam detik waktu percakapan yang ada, namun rasanya apa yang dibahas cukup panjang karena sempat ada perdebatan antara kita.

Pada akhirnya aku tahu, aku hanyalah salah satu dari sekian pilihan yang ada untukmu. Aku bukan satu-satunya. Ah jangankan satu-satunya, berarti pun tidak. Bagimu, semua tentangku biasa saja.

Aku berusaha pasrah saat ini, bukan menyerah. Namun belajar menerima kenyataan bahwa aku memang bukan siapa-siapa. Aku tak tahu,  siapa pilihanmu nanti? Biarlah itu semua adalah ketetapan-Nya yang harus kuterima suatu hari nanti.

#WriteEveryday32
01 Februari 2018
Aeninuraa