Catatan Aeninuraa :)
Tidak semua yang kutulis adalah aku, tidak semua yang kamu baca adalah kamu. -Setitik Cahaya-
Senin, 05 Oktober 2020
Dua Puluh Enam
Rabu, 26 Agustus 2020
Pesan Positif Harian
Sabtu, 20 Juni 2020
Bersyukur
Kamis, 23 Januari 2020
Satu Tahun
Bismillah..
Tanggal 19 Januari lalu tepat satu tahun aku menempuh hidup baru bersama suami tercinta. Allah juga telah menghadirkan jagoan kecil diantara kita. Alhamdulillah atas Maha Baiknya Allah, hal-hal yang tak terbayangkan sebelumnya bisa kami lalui bersama.
Satu tahun kami lewati, banyak cerita yang tak bisa kuurai semuanya. Sejak akad terucap, saat itulah aku berganti status, berganti peran, dan menempuh hidup yang benar-benar baru. Beradaptasi dengan kebiasaan suami, menerima setiap kekurangan maupun kelebihannya, dan berusaha menghilangkan ego yang ada pada diriku.
Sekitar satu pekan kami tinggal di rumah orang tuaku. Setelah itu suami membawaku pindah ke rumah orang tuanya. Alhamdulillah, punya mertua dan tetangga yang baik membuatku cukup betah tinggal di sini.
Satu bulan setelah menikah, Alhamdulillah Allah hadirkan janin dalam rahimku. Sembilan bulan menjadi ibu hamil lalu berganti menjadi ibu menyusui. Rezeki yang Allah beri sungguh tak terkira. Alhamdulillah untuk segalanya.
Banyak suka dan duka yang kami hadapi selama satu tahun pernikahan kami, memang setiap rumah tangga akan diuji. Yakin saja, ada hikmah pada semua yang terjadi.
Harapku, semoga kami mampu membangun keluarga yang Allah ridhoi, sakinah mawaddah warohmah bukan hanya di dunia namun hingga sampai ke Jannah-Nya nanti. Aamiin Ya Allah.
#WriteEveryday197
25 Januari 2020
Aeninuraa
Rabu, 01 Januari 2020
Bismillah 2020
Bismillahirrohmaanirrohiim.
Hari terus berganti, kini tiba di tahun yang baru untuk tahun Masehi, tahun 2020. Apa resolusi untuk tahun ini? Bagiku cukup sederhana, ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecilku. Kutahu, semua tak mudah dan butuh proses. Maka, semoga aku bisa menghadapi setiap proses itu.
Semoga bisa menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan dan bersabar saat diberi ujian. Banyak kejutan yang Allah hadirkan di tahun 2019, mungkin di tahun ini pun akan ada kejutan-kejutan lain yang menanti. Entah suka atau duka, Bismillah untuk segalanya. Semoga Allah meridhoi setiap langkah ini.
#WriteEveryday196
01 Januari 2020
Aeninuraa
Selasa, 31 Desember 2019
Muhammad Alzam Wafiq
Hari Minggu, 06 Oktober 2019 aku mengajak suamiku untuk menemani jalan-jalan pagi, sesuai dengan anjuran Dokter lebih baik lagi jika naik-turun tangga agar ada kontraksi. Aku memang suka jalan-jalan pagi sejak usia kandunganku menginjak 32 minggu, meski tidak setiap hari karena kadang aku merasa lelah dengan pekerjaan rumah. Hari itu aku naik-turun tangga selama ±30 menit, cukup melelahkan. Hasil USG terakhir menunjukan perkiraan berat badan janin 3,1 kg. Aku pun harus mengurangi makanan yang manis-manis saat itu.
Keesokan harinya, tanggal 07 Oktober 2019. Hari itu aku merasa kurang fit untuk jalan-jalan pagi, mungkin karena hari sebelumnya cukup kelelahan. Aku pun memilih untuk senam saja di rumah, mengikuti gerakan dari video yang kulihat di Youtube. Hari itu aku masih beraktivitas seperti biasa. Hingga sore harinya, aku mulai merasakan kontraksi, namun belum teratur. Orang-orang menyebutnya kontraksi palsu. Aku mulai berpikir mungkin ini sinyal cinta dari buah hatiku, aku coba download aplikasi untuk menghitung interval kontraksi yang kurasakan.
Saat malam hari, sejak pukul 20.00 aku belum bisa tidur. Sekitar pukul 22.00 aku baru terlelap, namun kembali terbangun pukul 23.00. Perut mulas yang kurasa semakin kuat, suami pun ikut terbangun karena aku terus mengaduh. Hingga tiba waktu subuh aku merasa kontraksi makin kuat, usai sholat subuh aku dan suami pergi ke bidan. Setelah diperiksa, ternyata baru pembukaan 1. Bu bidan mengatakan bahwa perkiraan lahir masih beberapa jam lagi, aku harus pulang dulu dan menunggu di rumah hingga kontraksi semakin intens dan kuat.
Sungguh luar biasa sinyal cinta (kontraksi) yang kurasakan, entah kata apa yang dapat mewakili semua yang kurasakan saat itu. Semua terasa sakit, posisi apa pun terasa serba salah. Alhamdulillah, suami tetap sabar dan siaga mendampingiku. Sekitar pukul 10.30 aku kembali ke bu bidan karena kontraksinya semakin kuat, begitu diperiksa ternyata sudah pembukaan 8. Lalu saat pembukaan lengkap, saat itulah proses persalinan dimulai. Subhanallah, alhamdulillah bisa merasakan proses itu.
Akhirnya, hari Selasa 08 Oktober 2019 pukul 12.03 lahir putra pertama kami. Hari yang takkan terlupakan, penuh rasa bahagia, syukur, dan haru. Alhamdulillah, semua atas izin-Nya sehingga aku dapat melewati proses persalinan yang kunantikan selama 9 bulan lamanya. Perjuangan yang luar biasa. Suara tangis anakku adalah obat segala sakit yang kurasa.
Kami memberi nama Muhammad Alzam Wafiq yang artinya laki-laki yang tekun dan sukses. Anakku adalah kado terindah dari Allah yang Allah hadirkan di tahun ini. Semoga kami mampu mendidikmu menjadi insan yang shaleh. Aamiin.
#WriteEveryday194
31 Desember 2019
Aeninuraa
Sabtu, 05 Oktober 2019
Menanti Sinyal Cinta
Bismillah..
Sekian purnama aku tak merangkai diksi di sini.
Kenapa?
Karena rasa malas yang memanjakan.
Khusus hari ini, aku mulai menulis untuk melanjutkan kembali hobiku yang sempat terhenti. Tanpa peduli akan ada yang membaca atau tidak, harapku semoga apa yang kutulis di sini ada manfaatnya.
05 Oktober 2019, hari ini hari yang istimewa. Tambah istimewa karena di pekan ini aku sedang menanti sinyal cinta dari bayi dalam kandunganku. Menurut bidan dan dokter, bayiku akan lahir di bulan ini. Bagaimana rasanya? Harap-harap cemas, haru dan bahagia, semua jadi satu. Sebagai wanita yang baru pertama kali mengandung dan akan melahirkan, tentu ada rasa khawatir dengan proses persalinan nanti. Namun aku berusaha berpikir positif dan berdo'a, meyakinkan diriku dan juga bayiku agar bisa melahirkan secara normal, lancar, sehat, dan sempurna. (Aamiin)
Sinyal cinta itu belum aku rasakan sampai saat ini. Namun, kapan pun waktunya Insya Allah aku siap karena memang harus siap. Tak sabar rasanya, aku ingin segera bertemu dengan buah hatiku. Bertambah peran menjadi seorang ibu. :')
Hanya Allah yang tahu kapan sinyal cinta itu akan tiba, tugasku adalah berusaha dan berdo'a. Semoga Allah lancarkan segalanya, Allah mudahkan segalanya, dan Allah mampukan aku juga suami untuk menjadi orang tua yang baik dalam mendidik keturunan kami.
Robbi habli minashshalihiin. Aamiin.
#WriteEveryday193
05 Oktober 2019
Aeninuraa
Sabtu, 22 Juni 2019
Hari Bahagiaku
Minggu, 13 Januari 2019
H-7
Tiga belas Januari hujan menyapa
Waktu terasa lebih cepat
Sudah menginjak H-7
Egoku masih tinggi
Pikiranku kesana kemari
Lelah pada akhirnya
Aku di sini
Menatap hujan itu
Harap cemas
Sungguh, seperti mimpi
Namun ini nyata
Benar-benar nyata
Ighfirlii Ya Rabbi
Ighfirlii..
#WriteEveryday191
13 Januari 2019
Aeninuraa
Selasa, 01 Januari 2019
H-18
Bagaimana rasanya?
Sungguh beraneka rasa
Tak terbayangkan
Tak terkira
Menuju kehidupan baru
Bersamanya
Harapku sederhana
Membangun keluarga yang diridhoi-Nya
Semoga
Semoga yang dulu
Kan jadi nyata
#WriteEveryday190
01 Januari 2019
Aeninuraa