Hari Minggu, 06 Oktober 2019 aku mengajak suamiku untuk menemani jalan-jalan pagi, sesuai dengan anjuran Dokter lebih baik lagi jika naik-turun tangga agar ada kontraksi. Aku memang suka jalan-jalan pagi sejak usia kandunganku menginjak 32 minggu, meski tidak setiap hari karena kadang aku merasa lelah dengan pekerjaan rumah. Hari itu aku naik-turun tangga selama ±30 menit, cukup melelahkan. Hasil USG terakhir menunjukan perkiraan berat badan janin 3,1 kg. Aku pun harus mengurangi makanan yang manis-manis saat itu.
Keesokan harinya, tanggal 07 Oktober 2019. Hari itu aku merasa kurang fit untuk jalan-jalan pagi, mungkin karena hari sebelumnya cukup kelelahan. Aku pun memilih untuk senam saja di rumah, mengikuti gerakan dari video yang kulihat di Youtube. Hari itu aku masih beraktivitas seperti biasa. Hingga sore harinya, aku mulai merasakan kontraksi, namun belum teratur. Orang-orang menyebutnya kontraksi palsu. Aku mulai berpikir mungkin ini sinyal cinta dari buah hatiku, aku coba download aplikasi untuk menghitung interval kontraksi yang kurasakan.
Saat malam hari, sejak pukul 20.00 aku belum bisa tidur. Sekitar pukul 22.00 aku baru terlelap, namun kembali terbangun pukul 23.00. Perut mulas yang kurasa semakin kuat, suami pun ikut terbangun karena aku terus mengaduh. Hingga tiba waktu subuh aku merasa kontraksi makin kuat, usai sholat subuh aku dan suami pergi ke bidan. Setelah diperiksa, ternyata baru pembukaan 1. Bu bidan mengatakan bahwa perkiraan lahir masih beberapa jam lagi, aku harus pulang dulu dan menunggu di rumah hingga kontraksi semakin intens dan kuat.
Sungguh luar biasa sinyal cinta (kontraksi) yang kurasakan, entah kata apa yang dapat mewakili semua yang kurasakan saat itu. Semua terasa sakit, posisi apa pun terasa serba salah. Alhamdulillah, suami tetap sabar dan siaga mendampingiku. Sekitar pukul 10.30 aku kembali ke bu bidan karena kontraksinya semakin kuat, begitu diperiksa ternyata sudah pembukaan 8. Lalu saat pembukaan lengkap, saat itulah proses persalinan dimulai. Subhanallah, alhamdulillah bisa merasakan proses itu.
Akhirnya, hari Selasa 08 Oktober 2019 pukul 12.03 lahir putra pertama kami. Hari yang takkan terlupakan, penuh rasa bahagia, syukur, dan haru. Alhamdulillah, semua atas izin-Nya sehingga aku dapat melewati proses persalinan yang kunantikan selama 9 bulan lamanya. Perjuangan yang luar biasa. Suara tangis anakku adalah obat segala sakit yang kurasa.
Kami memberi nama Muhammad Alzam Wafiq yang artinya laki-laki yang tekun dan sukses. Anakku adalah kado terindah dari Allah yang Allah hadirkan di tahun ini. Semoga kami mampu mendidikmu menjadi insan yang shaleh. Aamiin.
#WriteEveryday194
31 Desember 2019
Aeninuraa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar