Selasa, 31 Desember 2019

Muhammad Alzam Wafiq


Hari Minggu, 06 Oktober 2019 aku mengajak suamiku untuk menemani jalan-jalan pagi, sesuai dengan anjuran Dokter lebih baik lagi jika naik-turun tangga agar ada kontraksi. Aku memang suka jalan-jalan pagi sejak usia kandunganku menginjak 32 minggu, meski tidak setiap hari karena kadang aku merasa lelah dengan pekerjaan rumah. Hari itu aku naik-turun tangga selama ±30 menit, cukup melelahkan. Hasil USG terakhir menunjukan perkiraan berat badan janin 3,1 kg. Aku pun harus mengurangi makanan yang manis-manis saat itu.

Keesokan harinya, tanggal 07 Oktober 2019. Hari itu aku merasa kurang fit untuk jalan-jalan pagi, mungkin karena hari sebelumnya cukup kelelahan. Aku pun memilih untuk senam saja di rumah, mengikuti gerakan dari video yang kulihat di Youtube. Hari itu aku masih beraktivitas seperti biasa. Hingga sore harinya, aku mulai merasakan kontraksi, namun belum teratur. Orang-orang menyebutnya kontraksi palsu. Aku mulai berpikir mungkin ini sinyal cinta dari buah hatiku, aku coba download aplikasi untuk menghitung interval kontraksi yang kurasakan.

Saat malam hari, sejak pukul 20.00 aku belum bisa tidur. Sekitar pukul 22.00 aku baru terlelap, namun kembali terbangun pukul 23.00. Perut mulas yang kurasa semakin kuat, suami pun ikut terbangun karena aku terus mengaduh. Hingga tiba waktu subuh aku merasa kontraksi makin kuat, usai sholat subuh aku dan suami pergi ke bidan. Setelah diperiksa, ternyata baru pembukaan 1. Bu bidan mengatakan bahwa perkiraan lahir masih beberapa jam lagi, aku harus pulang dulu dan menunggu di rumah hingga kontraksi semakin intens dan kuat.

Sungguh luar biasa sinyal cinta (kontraksi) yang kurasakan, entah kata apa yang dapat mewakili semua yang kurasakan saat itu. Semua terasa sakit, posisi apa pun terasa serba salah. Alhamdulillah, suami tetap sabar dan siaga mendampingiku. Sekitar pukul 10.30 aku kembali ke bu bidan karena kontraksinya semakin kuat, begitu diperiksa ternyata sudah pembukaan 8. Lalu saat pembukaan lengkap, saat itulah proses persalinan dimulai. Subhanallah, alhamdulillah bisa merasakan proses itu.

Akhirnya, hari Selasa 08 Oktober 2019 pukul 12.03 lahir putra pertama kami. Hari yang takkan terlupakan, penuh rasa bahagia, syukur, dan haru. Alhamdulillah, semua atas izin-Nya sehingga aku dapat melewati proses persalinan yang kunantikan selama 9 bulan lamanya. Perjuangan yang luar biasa. Suara tangis anakku adalah obat segala sakit yang kurasa.

Kami memberi nama Muhammad Alzam Wafiq yang artinya laki-laki yang tekun dan sukses. Anakku adalah kado terindah dari Allah yang Allah hadirkan di tahun ini. Semoga kami mampu mendidikmu menjadi insan yang shaleh. Aamiin.

#WriteEveryday194
31 Desember 2019
Aeninuraa

Sabtu, 05 Oktober 2019

Menanti Sinyal Cinta

Bismillah..
Sekian purnama aku tak merangkai diksi di sini.
Kenapa?
Karena rasa malas yang memanjakan.
Khusus hari ini, aku mulai menulis untuk melanjutkan kembali hobiku yang sempat terhenti. Tanpa peduli akan ada yang membaca atau tidak, harapku semoga apa yang kutulis di sini ada manfaatnya.

05 Oktober 2019, hari ini hari yang istimewa. Tambah istimewa karena di pekan ini aku sedang menanti sinyal cinta dari bayi dalam kandunganku. Menurut bidan dan dokter, bayiku akan lahir di bulan ini. Bagaimana rasanya? Harap-harap cemas, haru dan bahagia, semua jadi satu. Sebagai wanita yang baru pertama kali mengandung dan akan melahirkan, tentu ada rasa khawatir dengan proses persalinan nanti. Namun aku berusaha berpikir positif dan berdo'a, meyakinkan diriku dan juga bayiku agar bisa melahirkan secara normal, lancar, sehat, dan sempurna. (Aamiin)

Sinyal cinta itu belum aku rasakan sampai saat ini. Namun, kapan pun waktunya Insya Allah aku siap karena memang harus siap. Tak sabar rasanya, aku ingin segera bertemu dengan buah hatiku. Bertambah peran menjadi seorang ibu. :')

Hanya Allah yang tahu kapan sinyal cinta itu akan tiba, tugasku adalah berusaha dan berdo'a. Semoga Allah lancarkan segalanya, Allah mudahkan segalanya, dan Allah mampukan aku juga suami untuk menjadi orang tua yang baik dalam mendidik keturunan kami.

Robbi habli minashshalihiin. Aamiin.

#WriteEveryday193
05 Oktober 2019
Aeninuraa

Sabtu, 22 Juni 2019

Hari Bahagiaku


Sabtu, 19 Januari 2019 menjadi hari bahagiaku. Hari yang kutunggu-tunggu dan kunantikan. Hari itu adalah sebuah fase yang harus kulewati untuk menyempurnakan separuh agamaku. Hari yang menjadi gerbang perubahan dalam hidupku. Kata orang, awal untuk menempuh hidup baru.

Dalam beberapa pekan, aku dan keluarga sibuk menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk hari spesial itu. Bagiku, semua seperti mimpi. Sungguh, rencana Allah adalah yang terbaik. Ketika Allah berkehendak, semua bisa terjadi dengan kemudahan dari-Nya. Alhamdulillah untuk segalanya, setiap proses ini adalah wujud kasih sayang-Nya.

Tak pernah kukira sebelumnya, Allah menjawab penantian panjangku dengan seseorang yang sudah kukenal. Ternyata dialah jodohku, dialah yang bersungguh-sungguh untuk menjadi teman hidupku. Di balik sosoknya yang humoris, ada keseriusan dan kedewasaan. Ada kasih sayang yang tulus.

Hari bahagiaku, alhamdulillah sangat berkesan. Apalagi saat akad, moment itulah yang paling utama dari semua acara. Rasa gelisah beberapa hari sebelumnya hilang berganti dengan rasa haru dan bahagia. Aku sangat bersyukur dengan segalanya.
Terima kasih untuk suami tercinta, orangtua, keluarga, kerabat, sahabat, tetangga, para tamu, dan semua yang telah bersedia membantu setiap hal untuk acara di hari bahagiaku.

Sekarang sudah bulan Juni. Di bulan ke-5 pernikahan kami ini, alhamdulillah sudah ada calon bayi yang menemani hari-hari kami. Mohon do’anya agar sehat sempurna sampai lahir nanti. J Aamiin.

#WriteEveryday192
22 Juni 2019
Aeninuraa

Minggu, 13 Januari 2019

H-7

Tiga belas Januari hujan menyapa
Waktu terasa lebih cepat
Sudah menginjak H-7
Egoku masih tinggi
Pikiranku kesana kemari
Lelah pada akhirnya
Aku di sini
Menatap hujan itu
Harap cemas
Sungguh, seperti mimpi
Namun ini nyata
Benar-benar nyata
Ighfirlii Ya Rabbi
Ighfirlii..

#WriteEveryday191
13 Januari 2019
Aeninuraa

Selasa, 01 Januari 2019

H-18

Bagaimana rasanya?
Sungguh beraneka rasa
Tak terbayangkan
Tak terkira
Menuju kehidupan baru
Bersamanya
Harapku sederhana
Membangun keluarga yang diridhoi-Nya
Semoga
Semoga yang dulu
Kan jadi nyata

#WriteEveryday190
01 Januari 2019
Aeninuraa

Hai Senja

Hai senja
Desember menyapa
Esok kan berganti
Sesingkat inikah?
Detik-detik ini berlalu
Menyisakan rindu

Hai senja
Sungguh takkan terlupa
Segala kisah
Bagian rencana-Nya
Aku di sini
Menuju penghujung penantian

Senja kini barangkali berbeda
Namun tetap dalam syukur bahagia

#WriteEveryday189
31 Desember 2018
Aeninuraa