Rabu, 04 Januari 2017

Untuk Sebuah Nama Part 3

UNTUK SEBUAH NAMA

Baru dua puluh satu hari, namun seperti berbulan-bulan lamanya. Maafkan aku yang terlalu perasa hingga larut dalam prasangka. Jujur saja, sulit bagiku menerima kenyataan saat kau pergi tanpa alasan. Padahal aku tak berhak menahanmu untuk pergi, apalagi memintamu untuk tetap tinggal. Ya, siapalah aku bagimu? Hanya seorang teman, tidak lebih dari itu.

Tenang saja, aku pun cukup tahu diri. Aku bukan bidadari yang kau dambakan. Aku adalah aku. Tak perlu kujelaskan tentang diriku, sebab setiap orang tentu memiliki sudut pandang yang berbeda terhadapku. Dan kamu? Tak perlu kusebut juga siapa dirimu. Sebab susunan huruf k, a, m, dan u sudah cukup jelas bagiku.

Oh iya, maaf aku telah lancang menjadikan kamu tokoh utama dalam ceritaku. Semoga tidak membuatmu merasa terganggu.


Bandung Barat, 20 Desember 2016
Aeninuraa

#CatatanAeninuraa
#aeninuraa

Untuk Sebuah Nama Part 2

UNTUK SEBUAH NAMA

Belum genap satu purnama
Aku hendak melangkah
Meski dengan tertatih
Dihantui beribu tanya
Ada hal yang tak bisa kupahami dengan logika
Entah kenapa? Begitu sesak mengingatnya
Inikah teka-teki rasa?
Hati dan logika tak seirama
Aku masih di sini, menyertakanmu dalam do'a
Kamu? Bahkan ingat saja mungkin tidak
Ya, tak mengapa bagiku
Aku baik-baik saja
Sungguh, aku baik-baik saja
Meski tidak dengan hatiku


Bandung Barat, 15 Desember 2016
Aeninuraa
 
#CatatanAeninuraa
#aeninuraa

Untuk Sebuah Nama Part 1

UNTUK SEBUAH NAMA

Aku terjebak dalam teka-teki rasa
Aku lelah menerka-nerka
Ingin rasanya segera berlabuh
Namun entah di dermaga yang mana
Anganku berandai-andai
Jika saja engkau yang menjemputku
Tentu tak ada keraguan untuk menyambutmu
Sayang, itu hanya sebatas mimpi
Ilusi yang melumpuhkan realita
Lalu, dimana engkau berada?
Haruskah aku terus menunggu?
Atau segera beranjak?
Tak ada yang membuat hatiku baik-baik saja dari keduanya


Bandung Barat, 21 November 2016
Aeninuraa

#CatatanAeninuraa
#aeninuraa