Rabu, 31 Januari 2018

Sampai Jumpa Januari

Waktu terasa cepat berlalu, sudah kutemui lagi tanggal tiga puluh satu.
Dan ini adalah tulisan ketiga puluh satuku. Tulisan-tulisan singkat yang sederhana. Entah bermakna atau tidak.

Di bulan ini, banyak hal yang terjadi tanpa kuduga sebelumnya. Di bulan ini pula banyak ujian yang cukup menguras pikiran dan tenaga. Tak semuanya bisa kuuraikan lewat kata.

Terlepas dari itu semua, aku bersyukur bisa sampai di hari ini. Hari terakhir di bulan Januari. Sampai jumpa Januari, semoga kita bisa berjumpa lagi dan saat itu aku sudah tak sendiri. Aamiin. :)

#WriteEveryday31
31 Januari 2018
Aeninuraa

Selasa, 30 Januari 2018

Penghujung Januari

Bersama Januari yang kan segera berlalu.
Aku masih di sini menatap jejak langkah yang kian jauh.
Ada sendu yang masih tersisa.
Ada rindu yang belum usai.
Kusadari, apa yang datang belum tentu menjadi masa depan.
Apa yang pergi belum tentu kembali.
Dan yang bertahan pun belum tentu menjadi pilihan.
Semua tak lepas dari ketetapan-Nya.
Semoga pilu ini cukup sampai di penghujung Januari.
Esok dan seterusnya?
Aku akan lebih tegar dari hari ini.

#WriteEveryday30
30 Januari 2018
Aeninuraa

Senin, 29 Januari 2018

Lelah

Saat ini aku tiba di titik lelah.
Namun bukan untuk menyerah.
Aku hanya butuh pijakan, butuh sandaran.
Sejenak saja.
Nyatanya kini memang belum ada.
Dan aku harus bisa lewati ini semua.
Semangat.

#WriteEveryday29
29 Januari 2018
Aeninuraa

Sepotong Rindu

Berkali-kali menatap layar empat inci.
Berharap sebuah nama muncul pada kotak obrolan.
Nyatanya hanya bersisa harap.
Tak ada lagi akses untuk berkomunikasi.
Ada sepotong rindu yang kau tinggalkan di sini.
Katamu, boleh rindu.
Rindu saja, tak perlu berkata.

#WriteEveryday28
28 Januari 2018
Aeninuraa

Sabtu, 27 Januari 2018

Catatanku

Perjuangan ini baru dimulai.
Masih banyak tangga yang harus kulewati.
Masih banyak tugas yang harus kutuntaskan.
Lelah kadang menyapa, namun bukan berarti aku bisa berhenti.
Aku harus tetap berdiri.
Melangkah tanpa menyerah.
Mewujudkan cita-cita.

#WriteEveryday27
27 Januari 2018
Aeninuraa

Jumat, 26 Januari 2018

Masih Ada Kamu

Malam ini imajinasiku melambung tinggi. Entah kenapa pada akhirnya tetap kamu yang kutuju.

Aku merasa aku butuh kamu saat ini, tapi menurut Allah bukan itu yang kubutuhkan. Menurut-Nya tak berkomunikasi denganmu adalah lebih baik. Rasanya berat, tapi aku harus bisa.

Sebenarnya aku tak tahu apa yang harus kutulis hari ini. Aku ingin tetap menulis walaupun hanya sedikit.

Maaf, aku masih membawa kamu dalam tulisanku sebab masih ada kamu di pikiranku.

#WriteEveryday26
26 Januari 2018
Aeninuraa

Kamis, 25 Januari 2018

Melepaskan

Ada kalanya kita harus melepas apa yang kita genggam.
Bukan menyerah, namun ada beberapa hal yang tak dapat kita paksakan.

Melepaskan sesuatu yang sempat tertaut memang berat.
Bisa jadi ada luka.
Namun lihat sisi baiknya.

Aku melepaskan segalanya kepada-Nya.
Aku yakin rencana-Nya lebih indah.

#WriteEveryday25
25 Januari 2018
Aeninuraa

Telat Posting

Dan lagi-lagi aku telat posting karena terlalu asyik di depan laptop. Eh bukan terlalu asyik sebenarnya, tapi karena mengejar target deadline. :'D

Ya, kuakui aku belum bisa menulis secara konsisten. Management waktuku masih belum teratur. Tapi bukan berarti aku bisa menyerah begitu saja, aku ingin terus berusaha menulis setiap hari. Walaupun mungkin tulisanku belum bermanfaat bagi orang lain, setidaknya tulisanku bermanfaat bagi diriku sendiri dan tidak merugikan orang lain.

Hari ini sungguh luar biasa, banyak hal yang tak kukira. Tulisan ini kuharap bisa menjadi pengingat, khususnya bagi diriku sendiri bahwa betapa besar kasih sayang Allah kepada setiap hamba-Nya.

Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, selalu ada hal baik dari setiap ketetapan-Nya, selalu ada cinta di balik ujian dari-Nya.

Aku hanya seorang pendosa, namun Allah selalu melindungiku dengan kasih sayang-Nya. Allah selalu ada untukku meski terkadang aku lalai dari mengingat-Nya.
Astaghfirullohaladzim.
Yaa Muqolibul qulub tsabit qolbi 'alaa diinik. (Aamiin)

#WriteEveryday24
24 Januari 2018 (+24 menit)
Aeninuraa

Rabu, 24 Januari 2018

Tengah Malam

Saat orang lain terlelap, aku baru saja bangun dari tidurku. Hanya beberapa jam namun bisa mengembalikan konsentrasiku. Aku sengaja bangun tengah malam, demi tugas akhir yang harus segera kutuntaskan.

Satu Minggu ke belakang, aku terlalu larut dalam kegamanganku. Maka, mulai malam ini harus kubayar semuanya. Sangat terlambat memang, terlambat dari target awalku. Namun masih ada waktu, maka aku akan berjuang. Aku harus yakin aku bisa. InsyaAllah, atas izin-Nya aku bisa.

Semangat!

#WriteEveryday23
Telat posting, 23 Januari 2018 (+5 menit)
Aeninuraa

Senin, 22 Januari 2018

Terima kasih Sahabat

Sahabat, terima kasih selalu menjadi penguat kala rapuhku.
Engkau tunjukkan arah dalam bimbangku.
Kau menjadi penerang dalam samarku.
Sahabat, meski raga kita tak selalu bertemu.
Namamu lekat dalam do'a-do'aku.
Kubersyukur mengenalmu.
Takkan kulupakan semua kebaikanmu.

#WriteEveryday22
22 Januari 2018
Aeninuraa

Minggu, 21 Januari 2018

Patah

Ada yang patah.
Kali ini, benar-benar patah.
Namun kucoba menyeka air mata.
Sebab banyak hal yang harus kulakukan demi cita-cita.
Ya Allah, mungkin ini jalan terbaik dari-Mu.
Sebab ikhtiarku telah keliru.

Hari ini boleh jadi patah, namun tidak dengan esok hari.
Ada jalan lain yang lebih baik, dengan sabar dan shalat.

Sabar ya, itu pesannya.

#WriteEveryday21
Patah, 21 Januari 2018
Aeninuraa

Simpan Sendiri

Sakit tapi tak berdarah.
Luka tapi tak nampak.
Dikatakan pun belum tentu dipahami.
Sudahlah, biar ku simpan sendiri.

#WriteEveryday
20 Januari 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Menahan Kantuk

Dingin sekali malam ini, sedingin sikapmu.

Dan lagi-lagi, harus menahan kantuk demi menuntaskan revisi.

Malam-malam yang lalu kemana saja?

Sama, menahan kantuk juga tapi bukan bersama tugas yang ini.

Tingkat akhir harus kuat menahan kantuk dan menahan rindu karena aktivitas padat membuat sulit bertemu.

Rindu kepada siapa? Bertemu dengan siapa?

Rindu untuk tidur di awal waktu dan bertemu selimut hangat penawar lelahku.

#WriteEveryday19
Dingin, 19 Januari 2018
Aeninuraa

Kamis, 18 Januari 2018

Pentingkah Aku?

Aku tak tahu seberapa penting posisiku dalam hidupmu. Kadang aku ingin bertanya, pentingkah aku?

Ada sesak setiap kali kusadari bahwa nyatanya hadirku tak pernah istimewa, bagimu semua biasa saja.

Namun, mengapa kadang ingin ada temu? Mengapa seperti tak mau jauh? Pentingkah aku?

Mungkin dari awal aku memang keliru memaknai semuanya. Aku terlalu perasa sementara bagimu tak berarti apa-apa.

Baiklah, kali ini aku belajar pasrah. Melepaskan semuanya meski tak mudah. Penting ataupun tidak aku bagimu? Mungkin baiknya aku tak perlu tahu.

#WriteEveryday18
18 Januari 2018
Aeninuraa

Rabu, 17 Januari 2018

Tugas

Kepada udara yang semakin dingin, sampaikan salamku kepada angin.
Usah berhembus terlalu kencang.
Berdamailah, kali ini saja.
Kepada malam yang semakin larut, temani aku menahan kantuk.
Bersama segelas kopi yang telah habis kuteguk.
Bukan maksud untuk tak memberi hak istirahat bagi tubuh ini.
Namun setumpuk tugas memaksaku untuk menahan waktu tidur malam ini.

#WriteEveryday17
17 Januari 2018
Aeninuraa

Januariku

Dua tahun yang lalu, tepat tanggal 16 Januari semua dimulai. Hal-hal sederhana yang dilakukan namun penuh makna. Bagiku membekas hingga saat ini, hanya bagiku.

Hari terus berganti, jatuh bangun berulangkali. Mencoba membentangkan jarak, sampai pada tanggal 05 Agustus Allah beri petunjuk.

Semua ternyata tak berhenti di sana, bulan-bulan berikutnya banyak ujian yang harus kulewati. Terasa lebih sulit dari sebelumnya, namun pada akhirnya aku bisa melewatinya.

Tanggal 14 April kembali kudapati rencana-Nya yang tak pernah kukira. Bahagia? Tentu saja.

Selanjutnya 24 Desember menyisakan kenangan paling berkesan. Aku tak tahu apakah itu akhir atau justru permulaan.

Saat ini sudah kulewati 16 Januariku yang kedua. Apa kamu sudah benar-benar lupa? Entahlah. Jika saja aku bisa semudah itu "lupa".

#WriteEveryday16
Ingin lupa
16 Januari 2018
Aeninuraa

Senin, 15 Januari 2018

Jarak

Aku masih di sini bersama jarak.
Berdiri di sini tanpa beranjak.
Namun engkau?
Semakin jauh dan hampir tak nampak.
Barangkali aku harus belajar menerima.
Kenyataan, kadang memang tak sejalan dengan harapan.
Realita tak selalu sama dengan keinginan.
Aku harus bisa.
Melepasmu secara perlahan, meski harus berjuang melawan kesakitan.

#WriteEveryday15
15 Januari 2018
Aeninuraa

Takkan Terlupakan

Hari yang berkesan.
Sederhana namun istimewa.
Semua beban terasa lepas.
Sebab canda dan tawa.
Bahagia, alhamdulillah.
Hari ini, aku takkan lupa.
Kebersamaan kita.
Kelas B2 Matematika.
Bukan sekedar teman suka.
Kita adalah keluarga.
Semoga tahun ini kita lulus sama-sama. (Aamiin)

#WriteEveryday14
Telat posting
14 Januari 2018 (+38menit)
Aeninuraa

Sabtu, 13 Januari 2018

Titik Lelah

Saat di titik lelahku, kuingin engkau ada.
Namun nyatanya tak ada.
Terlalu mengharap.
Sakit jua akhirnya.

Aku harus berhenti dari imajinasiku.
Tentangmu.
Aku harus lupa.
Seperti kau yang juga lupa.

#WriteEveryday13

13 Januari 2018
Aeninuraa

Ujian Sebelum Ujian

Ujian sebelum ujian?
Saat menyelesaikan tugas akhir, bagiku itulah ujian yang sesungguhnya sebab menguras segalanya, tenaga, pikiran, dan emosi. Ujian kesabaran.

Ujian akhir di semester 7 ini bagiku mungkin yang paling kurang persiapan. Ada penyesalan sebab aku belum bisa mengatur waktu dengan baik. Belum tegas terhadap diri sendiri.

Ya, aku tahu hal ideal yang harus kulakukan dan aku masih jauh dari itu semua. Tapi yang sudah berlalu, ya sudahlah. Kita tidak bisa memutar waktu. Proses menuju baik itu sepanjang hayat. Semoga aku bisa menjadi lebih bermanfaat.

#WriteEveryday12
Telat posting, 12 Januari 2018 (+1jam)
Aeninuraa

Kamis, 11 Januari 2018

Alhamdulillah

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil'alamiin.
Hari ini adalah hari yang luar biasa.
Proses yang awalnya terasa sangat sulit, begitu banyak hambatan, namun atas izin Allah semua bisa terlewati.
Aku malu, sebab kusadari bahwa aku masih banyak lalai kepada-Nya tapi Dia selalu sayangi kita.

Hari ini akan jadi hari yang kurindukan suatu saat nanti.

#WriteEveryday11
Lelah, 11 Januari 2018
Aeninuraa

Rabu, 10 Januari 2018

Semu

Penglihatanku tanpa kacamata adalah semu, seperti sikapmu.
Terkadang bisa semanis gula, namun di lain waktu malah sedingin es batu.
Kini aku pasrah, namun bukan berarti menyerah.
Aku hanya ingin berusaha menata hati dalam kesabaran.
Aku ingin jadi wanita kuat yang tak  mengemis perhatian.

Aku cukup sadar dengan posisiku saat ini.
Aku cukup tahu diri untuk memahami dimana aku berdiri.
Jika semesta belum juga menunjukkan titik temu.
Barangkali aku memang harus memperluas kesabaranku.
Memperkuat ikhtiar serta do'a-do'aku.

Semua hal boleh jadi semu, namun tidak dengan keyakinanku.

#WriteEveryday10
Bersama Rintik Rindu, 10 Januari 2018
Aeninuraa

Selasa, 09 Januari 2018

Hai jodohku!

Hai kamu, sosok yang masih menjadi rahasia dalam hidupku. Bagaimana kabarmu? Sedang apa di sana? Saat ini, aku tiba-tiba teringat kepadamu. Aku merindukanmu. Mungkin aneh, aku merindukan seseorang yang belum kuketahui siapa dan dimana.  Entahlah. Semua mengalir begitu saja.

Aku di sini sedang berjuang menyelesaikan studiku. Apakah kamu juga? Atau kamu justru sedang sibuk bekerja? Siapa pun dan dimana pun kamu berada, aku selalu berdo'a semoga engkau selalu dilindungi-Nya.

Kelak, jika tiba waktunya Allah mempertemukan aku dan kamu, semoga kamu tak risih denganku. Aku wanita biasa yang bukan siapa-siapa. Semoga kamu bersedia membimbingku.

Hai jodohku, temui aku di batas waktu. Sapa aku di sepertiga malam di penghujung sujudmu.

#WriteEveryday9
Rindu, 09 Januari 2018
Aeninuraa

Senin, 08 Januari 2018

Virus Tingkat Akhir 2

Dijodohkan.
Apa yang kamu pikirkan saat membaca kata pertama itu?
Bagiku, itu salah satu virus tingkat akhir. Ketika bicara tentang jodoh, pasangan, dan pernikahan terkadang disertai virus tingkat akhir.
Kenapa kusebut virus tingkat akhir? Karena bagi yang masih single, hal itu bisa mengganggu konsentrasi. Apalagi kaum hawa yang umumnya begitu perasa.

Entah kenapa, akhir-akhir ini kurasa virus tingkat akhir itu menghampiriku. Meski tak menyita pikiran, namun mampu menarik perhatian. Terkadang aku heran kepada mereka yang terus menerus membahas topik yang sama secara berulang. Ataukah karena aku yang terlalu peka? Hingga aku merasa semua yang dikatakan tertuju kepadaku. Entahlah.

Bagiku, jalan hidup setiap orang sudah Allah tentukan. Termasuk perihal jodoh, semua akan tiba pada masanya. Aku diam bukan berarti tak berusaha. Terkadang, diam adalah sebaik-baik jawaban saat kata tak bisa mewakili isi hati dan pikiran.

Aku berusaha sabar, namun banyak yang tidak sabar denganku.
Hai virus tingkat akhir, jangan mendekat kepadaku.

#WriteEveryday8
Masih bersama tugas akhir, 08 Januari 2018
Aeninuraa

Minggu, 07 Januari 2018

Menulis

Tak terasa hari ini adalah hari ke tujuh aku mengisi tulisan di blog sederhanaku ini. :) Alhamdulillah walaupun tulisanku hanya rangkaian kata biasa, namun aku cukup senang karena sudah membiasakan menulis kembali. Tak peduli berapa banyak yang membaca tulisanku, tak peduli bagus atau tidaknya tulisanku.

Menulis adalah salah satu hobiku sejak dulu. Sebelum aku punya gadget, hampir setiap hari aku menulis di buku diary. Seiring berkembangnya teknologi, aku mulai sering menulis di media sosial hingga sekarang bisa menulis di blog ini. Pencapaianku dalam menulis memang belum seberapa, aku bukan anak sastra. Masih banyak hal yang harus kuperbaiki.

Bagiku, menulis adalah cara untuk mengungkapkan semua kata yang ada dalam hati maupun pikiran tanpa harus menyampaikan secara lisan. Melalui tulisan, aku bebas berekspresi dan berimajinasi dengan tetap mempertimbangkan mana yang baik atau tidak baik untuk dipublikasikan.

Semoga apa yang kutulis bermanfaat. Jika belum bermanfaat bagi orang lain, setidaknya bermanfaat bagi diriku sendiri dan tidak merugikan orang lain.

#WriteEveryday7

Bersama tugas akhir, 07 Januari 2018
Aeninuraa

Sabtu, 06 Januari 2018

Kita?

Kita?
Kita adalah aku dan kamu.
Jika hanya aku?
Maka bukan kita.

Aku tak tahu akhir dari perjalanan ini.
Aku tak tahu apakah aku akan bertemu denganmu atau tidak?
Yang kutahu, saat ini aku masih bisa berusaha.
Mewujudkan kita.
Meskipun kamu tidak.

Dia Maha membolak-balikan hati dan pikiran.
Yakin saja, selalu ada  hal indah setelah  ratusan ujian.

#WriteEveryday6

Satnight, 06 Januari 2018
Aeninuraa

Jumat, 05 Januari 2018

Masalah

Saat kenyataan tak sesuai dengan harapan, maka ada masalah di sana. Setiap makhluk hidup pasti punya masalah, yang membedakan adalah bagaimana cara setiap orang dalam menghadapinya. Apakah ia akan menghindar, berusaha menyelesaikan, atau malah terpuruk dan larut dalam masalah tersebut? Semua tergantung kepada diri masing-masing.

Masalah ada untuk membuat hidup lebih bermakna. Masalah ada untuk meningkatkan kualitas diri. Masalah harus dihadapi, bukan untuk dihindari. Masalah harus diselesaikan, bukan untuk dipublikasikan.

#WriteEveryday5

Night, 05 Januari 2018
Aeninuraa

Kamis, 04 Januari 2018

Kecewa

Ada kecewa sebab berharap kepada makhluk-Nya.
Entah ini teguran ataukah ujian?
Aku pasrah, namun tak berarti menyerah.

Aku terjatuh namun kutahu aku harus bangkit.
Menata ulang kepingan harap.
Menyembuhkan rasa sakit.

Hidup ini terus berlanjut.
Waktu tak pernah peduli pada rasa sakitku.
Semua terus berlalu.

Aku kecewa, sungguh kecewa.
Kepada diriku.

#WriteEveryday4

Sunyi, 04 Januari 2018
Aeninuraa

Rabu, 03 Januari 2018

Virus Tingkat Akhir

Sore ini aku dibuat tak bisa berkata-kata. Aku merasa beku dengan untaian kalimat yang ada dalam obrolan Whatsappku. Pikiranku melayang, entah memikirkan apa. Entah menuju kemana. Aku hanya merasa hampa, tak tahu harus bersikap bagaimana. Ada lelah dalam dilema, ada sesak tanpa kutahu apa sebabnya. Semua itu kusebut sebagai virus tingkat akhir.

Virus ini memang tak mematikan, namun mampu menyita isi hati dan pikiran. Apalagi jika sudah terpaut dengan sebuah ruang waktu rahasia bernama masa depan.

"Jika boleh, aku ingin bertemu dengan Ayahmu. Aku ingin menyampaikan niatku bahwa aku benar-benar serius sama kamu. Aku sungguh-sungguh, semua ini bukan sekedar ucapan saja."

Pesan itu membuatku termenung beberapa saat. Aku kehilangan kata-kata sebab tak tahu harus bagaimana lagi menjelaskannya. Sempat terlintas dalam pikiranku, jika saja yang mengirim pesan itu kamu, bukan dia.

Dan lagi, aku berharap terlalu tinggi.
Virus tingkat akhir? Semoga lekas pergi.

#WriteEveryday3

Sepi, 03 Januari 2018
Aeninuraa

Selasa, 02 Januari 2018

Lupa

Berjam-jam menunggu sebuah pesan.
Hingga malam menjelang tak jua kudapat jawaban.
Berkali-kali menatap layar ponsel, namun percuma.
Nama itu tak nampak dalam deretan obrolan.
Sebeginikah aku menantinya?

Terkadang aku ingin lupa sejenak saja.
Namun nyatanya ia malah semakin lekat dalam ingatanku.
Tak pernah alpa dari benakku.
Seistimewa itukah?
Sementara ada atau tiadanya aku tak pernah berarti apa-apa baginya.

Aku adalah lupa baginya, tak pernah bermakna.

#WriteEveryday2

Ingin lupa, 02 Januari 2018
Aeninuraa

Senin, 01 Januari 2018

Mewujudkan Mimpi

Hari ini adalah hari pertama di bulan Januari tahun 2018. Di tahun ini, banyak mimpi yang ingin kuwujudkan. Saat orang lain sibuk menghabiskan waktu liburannya dengan berbagai acara, aku masih berkutat dengan setumpuk tugas yang belum juga selesai hingga tengah malam ini. Alhamdulillah, semua harus kusyukuri. Semua ini adalah bagian dari langkah untuk mewujudkan mimpi-mimpiku.

Sebenarnya terkadang rasa jenuh menghampiriku, rasa malas menggodaku, namun mau tak mau tetap saja harus kuselesaikan. Jika tidak? Jangan harap mimpi-mimpiku menjadi kenyataan. Inilah saatnya kunikmati masa-masa penuh perjuangan, berstatus mahasiswa tingkat akhir dengan segala rutinitas  yang tentu menguras tenaga, biaya, dan pikiran. Semua lelahku tak sebanding dengan pengorbanan ayah dan ibu untuk membiayai kuliahku. Aku yakin aku bisa dan harus bisa melewati ini semua.

#WritingEveryday1

Tengah malam, 01 Januari 2018
Aeninuraa