Kepada malam yang semakin larut, dapatkah kau rasakan? Dingin kian menusuk. Namun aku masih di sini, bersama rintik pengusir senyap.
Aku telah bersusah payah menahan kantuk, menahan untuk tidak menyentuh selimut. Namun ia tetap dingin, lebih dingin dari es batu.
Kadang hati bertanya, apakah ia kan tetap membeku? Apakah takdirnya memang bukan untukku? Sungguh tak ada yang tahu selain Pemilik nyawaku.
Saat semua terasa semu, aku hanya bisa pasrah kepada Rabbku.
Dingin, 13 Desember 2017
Aeninuraa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar