Kemarin malam, sebuah nama muncul di layar handphoneku dengan tanda panah merah yang menunjukkan bahwa itu adalah panggilan tak terjawab. Kaget namun bercampur bahagia, sebab kamu menghubungiku dan itu artinya ada hal penting yang ingin kamu bicarakan.
Aku terdiam sejenak sampai akhirnya kuputuskan meneleponmu, satu kali tak diangkat, kedua kalinya barulah kudengar suaramu di seberang sana.
Hanya sembilan belas menit dua puluh enam detik waktu percakapan yang ada, namun rasanya apa yang dibahas cukup panjang karena sempat ada perdebatan antara kita.
Pada akhirnya aku tahu, aku hanyalah salah satu dari sekian pilihan yang ada untukmu. Aku bukan satu-satunya. Ah jangankan satu-satunya, berarti pun tidak. Bagimu, semua tentangku biasa saja.
Aku berusaha pasrah saat ini, bukan menyerah. Namun belajar menerima kenyataan bahwa aku memang bukan siapa-siapa. Aku tak tahu, siapa pilihanmu nanti? Biarlah itu semua adalah ketetapan-Nya yang harus kuterima suatu hari nanti.
#WriteEveryday32
01 Februari 2018
Aeninuraa
4 komentar:
Semangat ukhti:)
Semangat juga ukh:)
Jangan bilang "aku bukan siapa2" itu berat, cukup aku saja. . .hehe
Kena efek Dilan :D
Posting Komentar